Mulai Besok, Magetan Berlakukan Jam Malam

  • Whatsapp
Hergunadi, Sekda Magetan

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Mulai Senin, 11 Januari 2021 besok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan akan perketat penerapan protokol kesehatan (Prokes). Diantara pengetatan prokes itu adalah pemberlakuan jam malam.

Pembatasan jam malam di Kabupaten Magetan adalah sampai pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan Instruksi Mendagri No. 1 tahun 2021, Pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Jawa – Bali akan berlaku mulai Senin tanggal 11 – 25 Januari 2021.

Di Jawa Timur, istilah PSBB diganti dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hanya ada 11 kota dan kabupaten di Jawa Timur yang menerapkan hal itu, diantaranya:

  • Kota Surabaya
  • Kabupaten Sidoarjo
  • Gresik
  • Kota Malang
  • Kabupaten Malang
  • Kota Batu
  • Kabupaten Ngawi
  • Blitar
  • Lamongan
  • Kota Madiun
  • Kabupaten Madiun.

Sesuai dengan keterangan di atas, Kabupaten Magetan tidak termasuk dalam wilayah yang menerapkan PPKM. Namun perlu dicatat jika Kabupaten Magetan berbatasan dengan Kab. Ngawi dan wilayah Madiun, serta menjadi pintu keluar masuk Jawa Tengah-Jawa Timur.

Sekda Kabupaten Magetan, Hergunadi mengatakan jika wilayahnya akan menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur. Hal itu dikarenakan Kabupaten Magetan berbatasan dengan wilayah yang menerapkan PPKM.

”Kita akan sesuaikan dengan Peraturan Gubernur, karena Magetan berbatasan langsung dengan daerah yang menerapkan PPKM, ” Kata Hergunadi kepada Nusadaily.com. Minggu (10/01/2021).

Menurut Hergunadi, Pemkab Magetan akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, dan meningkatkan perubahan prilaku masyarakat. Itu dengan adanya operasi yustisi, pembatasan hajatan maksimal tamu 25% persen. Serta kegiatan masyarakat pada malam hari dibatasi hingga jam 21.00 wib.

dia juga menambahkan jika tidak boleh berkerumun, dan wajib menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, hingga menjaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun.

Untuk tempat wisata dirinya mengaku tidak ada penutupan tempat wisata di wilayah Kabupaten Magetan.

”Tidak ada penutupan wisata, namun jumlah pengujung akan dibatasi maksimal 25 hingga 30%. Serta pengawasan prokes ketat terhadap pengunjung, ” jelas Sekda Hergunadi.

Ia berharap masyarakat mentaati ini, agar pandemi segera dapat di kurangi. Penyebaran dan penularan Covid-19 makin masiv saat ini segera kembali normal.

”Masyarakat Magetan ayo taat prokes, dengan tetap seperti sebelumnya memakai masker jaga jarak, dan mencuci tangan mengunakan sabun, jaga kesehatan jaga keluarga jaga lingkungan agar tidak tertular virus Covid-19, mari bersama sama pemerintah memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus ini,” pungkasnya. (nto/kal)