Mosi Tak Percaya, Mahasiswa Sumenep Ancam Golput Pilkada

  • Whatsapp
Mahsiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep demonstrasi depan gedung DPRD Sumenep Madura
banner 468x60

NUSADAILY.COM—SUMENEP – Ribuan Mahsiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep menggelar demonstrasi  di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Madura Jawa Timur. Mereka menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI, Kamis 8 Oktober 2020.

Dalam orasinya, pengesahan UU Omnibus law dianggap tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat. Bahkan, mereka mengancam akan golput dalam Pilkada Sumenep yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Baca Juga

“Kami menyatakan musi tidak percaya terhadap pemerintah dan partai politik, karena telah menyetujui dan mengesahkan UU Cipta Kerja, kami juga menyatakan secara tegas akan golput di Pilkada, yang diikuti oleh calon yang diusung oleh parpol,” tegas Abdul Mahmud, salah satu orator aksi tersebut.

Pihaknya menilai, penolakan yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk perjuangan kepentingan rakyat. Untuk itu, lanjut Abdul, DPRD sebagai representasi suara masyarakat di daerah harus menyampaikan komitmennya menolak UU omnibuslaw agar disampaikan ke pusat.

“Kami minta seluruh anggota DPRD Sumenep menemui kami, kami ingin menanyakan komitmennya untuk bersama-sama menyampaikan penolakan terharap pengesahan UU Cipta Kerja, sampaikan ke DPR pusat penolakan kami,” pintanya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir berjanji akan memperjuangkan aspirasi rakyat lewat suara mahasiswa ini. Apa yang disampaikan akan menjadi atensi DPRD Sumenep.

“Sudah banyak tuntutan penolakan dari masyarakat soal pengesahan UU Cipta Kerja, dan ini akan menjadi atensi kami wakil rakyat di daerah untuk disampaikan ke DPR pusat. Kami bersama rakyat untuk memperjuangkan ini,” jelasnya saatnya menemui massa aksi mahasiswa.

Terpisah, Kapolres Sumenep, AKBP Darman berterimakasih kepada para mahasiswa yang melakukan aksi didepan DPRD Sumenep. Sebab, dalam aksinya, secara umum tidak provokatif.

“Ini cukup menarik nilai – nilai leluhur yang ditanamkan orang Sumenep itu sampai sekarang masih tertanam pada generasi muda sekarang,” tandasnya. 

Dari hasil pantauan Nusadaily.com di lokasi, aksi ribuan mahasiswa Sumenep berjalan damai. Mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian dengan pengamanan ketat oleh aparat  kepolisian setempat.

Diketahui, gelombang penolakan UU Cipta Karya di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep dilakukan oleh dua massa Aksi. Pertama dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep. Kedua, Aliansi Mahasiswa Sumenep, gabungan dari masing-masing BEM seluruh kampus di Sumenep. (nam/wan)