Monalisa Berdansa Picu Layanan KB Lamongan, Terbanyak se-Indonesia

  • Whatsapp
Kaper BKKBN didampingi Sekda Kab Lamongan saat melihat langsung layanan KB oleh Monalisa Berdansa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – LAMONGAN – Monalisa Berdansa, menjadi pemicu layanan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Lamongan tertinggi se-Indonesia. Lantas siapa Monalisa Berdansa itu? Tak lain adalah program inovasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Lamongan, untuk mendekatkan layanan KB ke masyarakat.

Akronim Monalisa Berdansa tak lain adalah kependekan dari Mobil Pelayanan Keliling Desa Bersama Bidan di Desa (Monalisa Berdansa).

Kepala Dinas PPKB Lamongan, Hj Umuronah, S.ST, M.Kes, menegaskan bahwa program pelayanan KB untuk mencapai KB MKJP melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat dan APBD telah terbentuk di 474 desa, dan 107 kampung KB.

“Kita yang terbanyak di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Kemarin di Sukorame ada PKB kami masuk nominasi juara IT tingkat Jawa Timur. Selain itu untuk Adpin Award kami mendapatkan juara 2 untuk vocal group,” urainya.

Kata dia capaian dana fisik Lamongan juga menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Namun pada 2020, capaian DAK baik fisik maupun non fisik tidak dapat terpenuhi hingga 100 persen karena masa pandemi.

“Tetapi pada kegiatan pelayanan sejuta akseptor Lamongan berhasil meraih juara III terbaik di tingkat Jawa Timur,” terangnya.

Katanya, Monalisa Berdansa sangat membantu wujud komitmen mendekatkan layanan KB ke masyarakat secara jemput bola.

“Saya berharap Pak Sekda, dan Pak Kaper BKKBN mendukung penuh Lamongan mengingat jumlah desa kami paling banyak di Jawa Timur,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BKKB Sukaryo Teguh Santoso, mengapresiasi seluruh kegiatan dan prestasi Kabupaten Lamongan, termasuk kegiatan saat ini, mengawali layanan KB dengan dana BOKB.

“Ini pertama kali di Jawa Timur. Pelayanan KB melalui dana BOKB. Kita komitmen untuk tetap melayani KB di masa pandemi dengan protokol kesehatan,” terang Teguh.

Di tengah pandemi, kebutuhan pelayanan KB cukup tinggi, namun ketakutan masyarakat harus kemana ber KB secara aman, maka kami mengapresiasi Monalisa Berdansa sebagai inovasi jemput bola pelayanan KB ke masyarakat.

“Terimakasih jajaran pemerintahan di Lamongan, Pak Sekda, Pak Asisten, jajaran PKK, Tim Penggerak PKK, Pak Camat, Pak Kades, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, sehingga para petugas lapangan didukung semua elemen masyarakat,” urainya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Arif Mukiyono, mewakili Bupati menegaskan bahwa konsep perencanaan jumlah anak dapat mencium kesejahteraan keluarga.

“Saya sepakat bahwa KB itu tidak untuk melarang kelahiran anak, tetapi merencanakan jumlah anak, baik jarak kelahiran, dan jumlahnya,” terangnya.

Dia juga sangat mendukung inovasi Monalisa Berdansa, untuk didaftarkan sebagai inovasi pelayanan publik Kabupaten Lamongan.

Sekadar diketahui, Launching Pelayanan KB MKJP melalui Dana BOKB 2021, digelar Selasa (26/1/2021) di Desa Sewor Kecamatan Sukosari, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Hadir Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, Asisten I Setda Lamongan Mochamad Nalikan, Sekda Lamongan, Aris Mukiyono, Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Makhdumah Fadeli, Kepala Dinas PPKB Hj. Umuronah, S.ST., M.Kes., dan pejabat lainnya.

Hadir juga Camat dan Muspika Kecamatan Sukorame, Kepala Desa, Ketua TPKK Kecamatan, Ketua TPKK Desa, Korwil se Kabupaten, kader PPKBD, sub PPKBD, dan peserta KB MKJP.

Dalam kegiatan launching ini diadakan penyuluhan konseling pra dan pasca pelayanan KB, pemasangan KB Implant yang bertempat di Puskesmas Sukorame dan Mobil Bus Layanan KB.

Ada 5 upaya pokok BKKBN Jawa Timur dalam merencanakan keluarga, Pertama, kampanye ‘Kita 4 Terlalu’, yakni Terlalu muda, Telalu dekat, Terlalu tua, dan Terlalu banyak.

Tujuannya menjaga kesehatan reproduksi demi menurunkan angka kematian ibu. Kedua, melalui perencanaan ber KB adalah agar dapat menghasilkan generasi penerus atau keturunan yang berkualitas.

Ketiga, terkait stunting yang masih tinggi. Dengan KB, mengatur kehamilan secara baik, tercipta pemenuhan kebutuhan gizi sehingga mampu mencegah keturunan stunting.

Keempat terkait kesejahteraan keluarga, yakinlah dengan jumlah anak baik, perencanaan baik akan meningkatkan kesejahteraan. Dan kelima, terkait pengendalian pertumbuhan penduduk, harus tetap dikendalikan agar dapat seimbang antara jumlah kehidupan dengan kondisi lingkungan.(ima/kal)