Senin, Oktober 18, 2021
BerandaRegionalMojokerto Pacu Pemulihan Ekonomi Peternak Jangkrik

Mojokerto Pacu Pemulihan Ekonomi Peternak Jangkrik

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Plt Camat Jetis, menyerahkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto kepada beberapa kelompok pengembang biak jangkrik sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. 

“Penyerahan bantuan tersebut di antaranya kepada Poktan Tani Marem Desa Sidorejo Jetis, Poktan Basuki Desa Salen Kecamatan Bangsal, Poktan Utomo Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal, dan Poktan Tani Joyo Mulyo Desa Mejoyo Kecamatan Bangsal,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di sela penyerahan simbolis Bantuan di Poktan Tani Marem Desa Sidorejo Kecamatan Jetis, Rabu. 

Ia mengatakan, masing-masing poktan mendapat 20 kilogram telur jangkrik, 177 set rak telur, dan 1.257,5 kilogram pakan konsentrat. Bupati Ikfina menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan peluang bagi peternak jangkrik agar bisa mengembangkan usaha lebih luas lagi. 

Menurut dia, beternak jangkrik untuk dijual sebagai pakan burung jenis berkicau, merupakan bisnis yang menjanjikan karena termasuk stabil di tengah pandemi COVID-19. 

Beternak Jangkrik Tahan di Masa Pandemi

“Beternak jangkrik termasuk bidang yang tidak begitu terdampak pandemi. Peluang keuntungannya juga menjanjikan. Jangkrik dapat dijual untuk diolah jadi pakan burung jenis berkicau. Pemberian bantuan ini, kami harapkan dapat membantu perluasan usaha para peternak jangkrik di Kabupaten Mojokerto,” kata bupati. Ikfina Fahmawati juga menegaskan bahwa Pemkab Mojokerto akan terus melihat potensi-potensi masyarakat dalam usaha pemulihan ekonomi. 

Dengan begitu, kata dia, pemkab bisa memetakan sektor-sektor potensial penggerak roda perekonomian daerah. Selain terus memaksimalkan penanggulangan COVID-19, Pemkab Mojokerto juga memulihkan ekonomi masyarakat. Kami ingin supaya sektor ini bisa berjalan normal kembali dalam berbagai pembatasan PPKM.

“Untuk menormalkan kembali kegiatan di masyarakat, syaratnya kita harus turun level PPKM yang salah satu indikatornya adalah cakupan vaksinasi minimal 70 persen. Saat ini kita sudah sekitar 65 persen, dan kami akan terus tingkatkan itu,” tukasnya. 

Agus Hardjito selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu usaha pemda dalam memulihkan ekonomi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. 

“Kabupaten Mojokerto melalui dinas pertanian, memberikan bantuan untuk kawan-kawan peternak jangkrik sebagai bentuk stimulan penggerak ekonomi masyarakat agar pulih kembali,” kata Agus.(aka)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Meski Usia Baru Seumur Jagung, Kota Batu Bertabur Prestasi

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kota Batu masih berusia relatif muda dibandingkan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Tepat di hari ini, Minggu (17/10), kota...