Miris, Seorang Pria di Magetan Bertahan Hidup Dalam Rumah Rusak

  • Whatsapp
Foto: Rumah yang ditinggali Yudi Suproyanto seorang diri rusak nyaris tanpa atap di Gang Ijen Kelurahan Maospati Magetan
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Siapa sangka diantara rimbunnya pepohonan dan semak belukar pada jalan raya Maospati – Barat tepatnya pada RT 15 gang Ijen Kelurahan Maopati Kabupaten Megaten ada sebuah rumah rusak dihuni oleh seorang laki laki berusia 50 an tahun yang kondisinya memprihatinkan.

Keterangan yang berhasil dihimpun nusadaily.com dari para tetangga, pria yang menghuni rumah rusak tersebut bernama Yudi Supriyanto. Puluhan tahun Ia tinggal sebatangkara setelah kedua orang tuanya tiada. Yudi pun bertahan hidup dari belas kasihan tetangga.

” Iya rumah tersebut ditinggali oleh Yudi Supriyanto sebatangkara setelah beberpa tahun lalu kedua orang tuanya tiada. Tiga adiknya sudah berkeluarga namun jauh jauh, jarang sekali ke sini, ” kata Parman tetangganya. Rabu (21/04/2021).

Dahulu orang tua laki lakinya benama Suparli Alim tercatat sebagai pensiunan sipil PNS TNI AU Lanud Iswahyudhi. Adik keduanya perempuan, sudah menikah berada di Jakarta, sedamg adik berikutnya di Brebes dan Madiun. Mereka jarang sekali pulang kerumah.

” Jadi untuk kebutuhan makan, Bu Sampurno lah yang selama ini mengurus selama ini, ” jelasnya.

Kondisi Rumah Memprihatinkan

Kondisi rumah yang ditempati rusak akibat dimakan usia, atap serta dinding rumah tersebut memprihatinkan, rusak dan ambrol, bila turun hujan, nyaris tidak dapat untuk berlindung dari hujan.

” Kasihan bila hujan tidak dapat ditempati, bila malam kedinginan. Semoga pemerintah sudi memperhatikan tempat tinggal dan kesehatanya, ” pintanya.

Dikonfirmasi terpisah soal adanya warganya yang tingal dan hidup dalam rumah rusak sebatangkara tersebut, Sarbini lurah Maospati membenarkan. ” Benar warga kami kondisinya seperti itu, tetapi sudah masuk dalam program prioritasnya, namun akibat dampak revokusing perbaikan rumah tahun ini belum bisa dilaksanakan,” katanya.

Saat ini pihak kelurahan Maospati, lanjutnya, fokus pada pendampingan kesehatan dengan mengandeng puskesmas. Data kelurahan Maospati mencatat terdapat 16 ODG dari yang memiliki gejala ringan hingga berat serta tanpa keluarga.

” Kita sudah prioritanskan rumah Yudi yang rusak untuk diperbaiki, namun karena dampak refokusing tahun ini belum bisa dilaksanakan. Kita fokus pada pendampingan kesehatanya, ” pungkasnya. (nto/aka)