Miris! Butuh HP untuk Belajar Online, Pelajar di Kukar Rampok Toko Emas

  • Whatsapp
Toko emas di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kutai (kompas.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUTAI KARTANEGARA – Sungguh miris melihat aksi 3 pelajar SMA di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mereka nekat melakukan perampokan toko emas karena membutuhkan sejumlah uang untuk membeli handphone (HP).

Yang lebih mencengangkan adalah pengakuannya, HP itu rencananya akan digunakan untuk mengikuti sistem belajar online yang sedang digencarkan oleh pemerintah pusat di tengah situasi pandemi Corona (COVID-19).

"
"

Baca Juga

"
"

“Karena saya butuh uang untuk membeli HP untuk belajar online maka saya mau saja,” kata salah seorang pelaku, MA (16), Sabtu (1/8/2020), dikutip Nusadaily.com dari detik.com.

Otak perampokan, MR (22), berjanji kepada MA (16), AJ (16) dan MH (16), akan memberikan imbalan sebesar Rp 50 juta jika ketiganya berhasil merampok toko emas.

Namun, MR juga mengancam kepada ketiga pelaku. Jika tak bersedia merampok toko emas, maka ketiganya akan ditembak.

“Dia (MR) yang merencanakan saya dipaksa ikut karena saya pernah difoto berdua bersama dia, dia ngomong kalau dia tertangkap dia akan ngaku bahwa kami adalah kelompoknya, dia juga mengancam kalau tidak ikut kami akan ditembak,” kata MA.

BACA JUGA: Pembunuh dan Perampok Janda Kaya Tulungagung Divonis 18 Tahun Penjara

Sementara AJ, memiliki motif lain. AJ berniat membayar hutang ayahnya. “Saya mau bantu bapak saya bayar hutang, bapak saya saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Samarinda atas kasus peredaran narkoba,” kata AJ.

Peristiwa perampokan itu terjadi di Toko Emas Malika Jaya, Tenggarong, pada Kamis (30/7). Mulanya, para pelaku mengancam seorang pedagang toko emas dengan senjata replika dan senjata tajam. Namun, korban justru berteriak dan mengundang perhatian pedagang sekitar.

Warga hingga pedagang lain mengepung ketiganya. Salah satu pelaku, MA, berhasil dibekuk warga. Sementara AJ dan MH berhasil kabur.

Tak lama, AJ dan MH ditangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara. Keduanya ditangkap di hari yang sama saat aksi perampokan terjadi.

Ketiganya ditahan di sel Polres Kukar usai aksi perampokannya gagal. Para pelaku dijerat pasal 365 KUHP junto pasal 53 KUHP junto pasal 2 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(han)

Post Terkait

banner 468x60