Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaRegionalMinta Dibelikan Tepo Tahu, Lansia di Magetan Tewas Terseret Banjir

Minta Dibelikan Tepo Tahu, Lansia di Magetan Tewas Terseret Banjir

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Muso 75 tahun warga Desa Nitikan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan tidak menyangka bila pamit istrinya untuk BAB di sungai dekat rumahnya itu adalah untuk pergi selama lamanya. Istrinya tewas tengelam pada saat buang hajat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Peristiwa memilukan tersebut bermula dari istri Muso bernama Sadinah 70 tahun pamit ingin buang hajat di sungai sehabis Magrib, sebelum pergi sempat meminta untuk dibelikan tepo tahu kepada suaminya tersebut.

“Saat itu Mbah Muso langsung berangkat beli pesanan istrinya, setelah pesanan terbeli pun segera pulang ke rumah sambil membawa tepo tahu yang dipesan istrinya. Namun sesampainya di rumah istrinya tidak ada, kemudian ia menyuruh anaknya mencarinya,” kata Jumani pamong desa setempat kepada nusadaily.com, Senin, (18/10/2021).

Sri anak almarhum, lanjutnya, sempat mencari ke rumah tetangga-tetangga karena mengira mampir-mampir usai BAB. Namun tetap tidak menemukan. Kemudian inisiatif mencari di sungai bersama tetangga karena sebelumya sempat pamit mau BAB. Dan benar sekira jam 20.00 wib, ditemukan di aliran sungai tepatnya pintu air sudah dalam keadaan meninggal dunia  tak jauh dari tempat ia biasa BAB.

Dikonfirmasi adanya orang meninggal dunia tenggelam di sungai tersebut, Kapolsek Plaosan, AKP Muhammad Munir membenarkan peristiwa tersebut. Kemudian anggotanya bersama Inafis dan tim kesehatan Puskesmas Plaosan sedang melakukan visum luar terhadap jenazahnya.

“Benar, saat ini masih dilakukan evakuasi dan visum terhadap korban. Memang awalnya dari keterangan keluarga sempat pamit kesuaminya untuk BAB. Sebelumya juga berpesan untuk dibelikan tepo tahu. Dan didapati setelah pulang istrinya tidak ada. Diketemukan tengelam di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga korban hanyut terbawa arus sungai. Karena pada saat kejadian kondisi arus sungai deras. ” Sebelumya memang turun hujan lebat di atas sehinga membuat sungai banjir kedalaman sungai mencapai 1 meteran,” terangnya.

Namun untuk lebih jelasnya, lajut Munir, tetap masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim infis dan tim kesehatan Puskesmas Plaosan.(nto/aka).

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR