Merasa Mampu, Warga Kembalikan Undangan BLT, Dinsos Kota Mojokerto Setop Penyaluran Bermasalah

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Sejumlah warga Kota Mojokerto, mengembalikan undangan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial terdampak COVID-19, yang disalurkan bertahap melalui Kantor Pos, sejak Kamis 7 Mei 2020. Sedikitnya ada tujuh warga dari Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto yang mengembalikan undangan penyaluran BLT dari Kantor Pos Mojokerto ke Ketua Rukun Warga (RW) di lingkungan setempat.

Baca Juga

“Data yang mengembalikan undangan bantuan ada tujuh orang. Alasannya karena merasa mampu dan tidak dengan tetangga sebelahnya yang tidak dapat. Jadi merasa terenyuh dan dikembalikan,” terang Ketua RW 01 di Lingkungan Sinoman Kelurahan Miji Kranggan Kota Mojokerto, Muhkhsin, Minggu 10 Mei 2020.

Ia menjelaskan, ketujuh warganya yang terbilang mapan tersebut, mengembalikan undangan pencairan BLT atas inisiatif sendiri.

“Dikembalikan warga ke saya selaku RW, kemudian akan saya serahkan ke kelurahan. Sebab surat datangnya dari kelurahan. Makanya akan saya serahkan kekelurahan walaupun aturan tidak bisa dikembalikan,” jelas Muhkhsin.

Dirinya juga menemukan adanya pendataan warga yang sudah meninggal di lingkungan tempat tinggalnya, tapi masih terdata di penerima bantuan tersebut.

“Ada satu warga juga yang sudah meninggal, ada surat panggillannya juga. Tapi dari RT tidak merasa mengajukan, hanya saja nama tetap muncul bahkan ahli waris juga tidak ada. Jadi akan saya kembalikan juga ke kelurahan,” pungkasnya.

Di lain tempat, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Heru Setyadi menegaskan, pihaknya sementara waktu akan melakukan koordinasi dengan Kantor Pos sebagai penyalur bantuan langsung ke masyarakat.

“Untuk yang mengembalikan belum ada laporan yang masuk ke kami. Cuma ada laporan dari tingkat bawah dimulai dari RT, RW, dan Surviyor sampai Minggu 10 Mei 2020 ada 526 orang (yang tidak layak menerima), termasuk yang meninggal,” tutur Heru pada Nusadaily.com, Senin 11 Mei 2020.

Ia menegaskan, akan segera menyikapi dengan langsung berkoordinasi ke Kantor Pos di Kota Mojokerto. Untuk menghentikan sementara penyaluran BLT sebesar Rp 600 ribu per KK selama tiga bulan. Yakni dimulai pada bulan Mei, Juni, hingga Juli 2020 nanti. Terhadap ratusan data bermasalah yang menerima BLT, seperti warga yang memiliki mobil, bahkan mobil mewah, kemudian tempat tinggal yang layak.

“Seperti perintah Ibu Wali Kota, yang bermasalah harus dipending dulu. Biar tidak ada gesekan di lapangan, kalau diteruskan akan ramai di bawah nantinya,” ungkapnya. (din/top)

Post Terkait

banner 468x60