Mayat Tertindih Motor di Sungai Dekat Ponpes Gegerkan Magetan

  • Whatsapp
mayat tertindih motor magetan
Polisi dan Tim Inafis olah TKP untuk memastikan penyebab korban tewas tertindih di dasar sungai. Foto: Riyanto/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MAGETAN- Warga Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Magetan geger temuan mayat tertindih sepeda motor di sungai, Sabtu 11 Juni 2020 pagi. Mayat itu ditemukan di sungai dekat Pondon Pesantren Al-Ponpes Hidayatul Mubtadiin. Lokasi Ponpes memang dekat sungai dan jembatan.

BACA JUGA: Geger Pamong Desa Magetan Tewas di Kebun Tembakau

"
"

Baca Juga

"
"

Sejak ada temuan mayat, jembatan dan kawasan sekitar sungai berubaha bak tribun stadion. Warga menjadikan temuan itu sebagai tontontan. Sebab hanya lokasi itu yang pas untuk melihat jasad. Lantaran sekeliling sungai adalah bukit yang terjal dan tinggi.

Peristiwa penemuan mayat dalam sungai bersama motornya ini, kali pertama diketahui oleh Budi Hargo, 25 tahun. Dia adalah warga setempat yang melihat jasad itu usai berbelanja dari warung untuk dibuat bekal ke sawah.

Kepada nusadaily.com, Budi Hargo mengaku sekira jam 07.00 WIB, berangkat ke sawah. Dia lewat jalan barat Jembatan Pondok Pesantren tersebut. Setelah sampai sawah, sekitar pukul 08.30 WIB, dia kembali lewat jalan jembatan lagi untuk ke warung.

Niatnya membeli kopi dan air mineral. Usai dari warung dia kembali ke sawah lewat jalur semula. Secara tidak sengaja, Budi melihat seperti ada boneka di sungai. Untuk memastikan, Budi berniat melempar batu ke arah sungai.

Namun rencana itu diurungkan, karena melihat di samping sosok seperti boneka itu, ada sepeda motor. Budi terkejut, lantaran setelah memperhatikan dengan seksama, ternyata boneka yang dilihat itu adalah mayat manusia. Kontan, dia langsung memanggil bapaknya yang berada di sawah. kemudian memberitahu warga yang lain.

Tak menunggu lama, warga langsung menyemut di lokasi kejadian. Mayat posisinya tertindih sepeda motor di Magetan itu, kondisinya sudah membusuk ini langsung dilaporkan oleh perangkat desa Plumpung. Tak menunggu lama, pihak kepolisian Polsek Plaosan datang dan melakukan oleh TKP.

Mayat korban kemudian diangkat dengan dibantu pihak BPBD Magetan. Proses pengangkatan jenazah menerapkan protokol kesehatan. Petugas turun ke sungai mengenakan APD. Selain BPBD, pengangkatan jasad itu juga melibatkan petugas kesehatan Puskesmas Plaosan, Inafis Polres Magetan.

mayat tertindih motor magetan
Warga Magetan yang geger dengan temuan mayat menyemut di sekitar lokasi.
Foto: Riyanto/nusadaily.com

Mayat di Sungai Beridentitas Warga Ngawi

Keterangan Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir, kepada induk imperiumdaily.com ini. Polisi mendapati identitas pada mayat tersebut. Sesuai temuan polisi, jasad itu adalah Tusaji alias Munji asal Desa Tempuran Kecamatan Paron Ngawi. Posisi Munji tertindih sepeda motor suzuki shogun warna hitam No. Pol 3157 KX.

Mayat warga Ngawi itu saat ditemukan memakai celana panjang warna hitam Kaos lengan panjang warna biru. Sesuai data yang ditemukan polisi, korban berusia 35 tahun.

“Kondisi mayat sudah mengeluarkan bau tak sedap, pada saat ditemukan posisinya tertimpa sepeda motor. Dan belakangan diketahui mengalami keterbelakangan mental,” terang Kapolsek.

Mayat korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dokter Sayidiman Magetan. Polisi akan menggelar penyelidikan lebih lanjut, mengenai  penyebab pasti meninggal. Serta penyebab kenapa bisa berada di bawah jembatan. Jika menilik kondisinya yang mengenaskan tertindih motornya, diperkirakan terjun bebas ke sungai.

“Kami segera menghubungi pihak keluarga sesusai alamat KTP di Kabupaten Ngawi. Untuk saat ini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematiannya, masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60