Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengambang di Dam Sipon Gedeg

  • Whatsapp
mayat mojokerto
Penemuan mayat tanpa busada di Dam Sipon Mojokerto. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Warga dihebohkan temuan mayat tanpa busana ditemukan mengambang di Dam Sipon Desa Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Mayat tampak mengapung dan tersangkut dalam pusaran air dam mulai berwarna pucat dan mengeluarkan aroma tak sedap. Ditemukan pertama kali warga yang sedang mencari ikan di aliran sungai Dam Sipon sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa, 24 November 2020.

Baca Juga

“Saya dapat informasi dari warga kalau ada mayat yang tersangkut di Dam Sipon,” ungkap salah satu relawan yang mengevakuasi mayat tanpa identitas itu.

Kata dia, saat ditemukan mayat mengapung dan tersangkut pusaran air dam tanpa busana sama sekali. “Mayatnya tadi sudah membusuk, diperkirakan ya sudah meninggal satu mingguan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Mayat Tanpa Identitas, Ditemukan di Sungai Probolinggo

Untuk melakukan proses evakuasi warga bersama relawan harus melakukan teknik lempar tali, yang ujung talinya diikatkan sebuah kayu untuk mengait mayat yang terombang-ambing aliran air cukup deras.

“Karena arus air sangat deras, sehingga tidak mungkin jika proses evakuasi harus turun ke aliran sungai,” bebernya.

Selang beberapa jam paska ditemukan, mayat tanpa identitas pun berhasil dievakuasi dan langsung di bawa ke RS Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Sementara, Kapolsek Gedeg AKP Edy Purwo, saat dikonfirmasi mengatakan, mayat wanita ini diperkirakan telah hanyut di sungai berantas dengan waktu cukup lama, karena kondisi mayat telah membengkak dan membusuk.

“Melihat kondisi mayat mungkin sudah lima sampai satu minggu hanyut di sungai, namun untuk identitas dan ciri-ciri kita belum bisa mengetahui secara pasti,” ucapnya.

Sebab, lanjut Edy, kondisi mayat ditemukan dalam kondisi membusuk dan sebagian kulit mengelupas. Sehingga mempersulit proses identifikasi.

BACA JUGA: Mayat Membusuk di Kawasan Tambang Emas Ilegal Gunung Manggar Jember

“Tidak ada ciri-ciri khusus ditubuhnya, termasuk kita juga belum bisa memperkirakan usia mayat. Hanya saja terdapat, bekas luka-luka pada tubuhnya, namun kita belum bisa memastikan apakah luka itu akibat kekerasan atau bekas luka benturan saat korban hanyut,” paparnya.

Untuk memastikan identitas dan sebab kematian mayat tersebut, petugas kepolisian membawa jasad ke RSUD R.A Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

“Ini masih kita lakukan identifikasi, barang kali masyarakat ada yang merasa kehilangan bisa segera hubunggi rumah sakit atau Polsek Gedeg,” pungkasnya.(din/lna)

Post Terkait

banner 468x60