Mayat Membusuk di Kawasan Tambang Emas Ilegal Gunung Manggar Jember

  • Whatsapp
jasad tambang
Kepolisian memeriksa lokasi penemuan jasad (nusadaily.com/istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JEMBER – Warga Dusun Demangan, Desa kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember dikejutkan dengan kabar adanya jasad tergeletak di dalam area hutan Gunung Manggar yang menjadi kawasan tambang emas ilegal.

Baca Juga

Wagiran (50) dan Harsanah (56), warga setempat yang memberanikan diri datang ke lokasi setelah kabar tersiar luas dari mulut ke mulut sejak pukul 16.45 sore hari pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

Kala itu, mereka melihat dengan mata kepala sendiri kebenaran kabar tentang sesosok laki-laki dewasa telah menjadi mayat dalam kondisi tubuh yang sudah membusuk. Tanpa pikir panjang, Wagiran dan Harsanah melaporkan hal itu ke kepolisian terdekat.

“Kalau dari lokasi ke penambangan emas sekitar 3 kilometer,” terang Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Wuluhan, AIPDA Sugianto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Ia menjelaskan, seketika menerima laporan warga dirinya bergegas meminta bantuan petugas medis Puskesmas Wuluhan untuk ikut ke tempat penemuan mayat, dan menghubungi Perhutani lantaran lokasi tersebut merupakan kawasan hutan produksi.

Menurut dia, mayat masih mengenakan pakaian dan celana dalam posisi tertelentang ditanah menghadap keatas, namun kedua kakinya menggantung di batang kayu yang berada dibawah paha. Adapun kondisi tubuh mayat seluruhnya telah membusuk, bahkan sebagian mengering sampai menempel ke tanah.

“Diperkirakan sudah meninggal sebulan, karena waktu kami angkat bersama tim dari BPBD, Koramil, dan perangkat desa jasad menempel tanah dan membusuk. Lokasi persisnya di lereng bukit Curah Jambu,” ulas Sugianto.

Polisi sama sekali tidak menemukan dokumen kependudukan sebagai petunjuk identitas mayat tersebut. Perangkat desa maupun warga setempat juga belum mengenali jasad, meskipun dengan ciri-ciri pakaian yang masih dikenakan mayat.

“Umur jasad dan identitasnya kita masih menunggu dari hasil otopsi rumah sakit dr. Soebandi,” kata Sugianto yang berharap segera memperoleh kepastian dari pemeriksaan medis mengenai penyebab kematian laki-laki misterius tersebut.

Lokasi penemuan mayat kendati tidak berada tepat di lubang-lubang penggalian tambang emas, namun masih dalam hutan produksi pohon jati Gunung Manggar yang menjadi kawasan aktivitas para penambang liar.

Polisi enggan bersepekulasi dengan menyimpulkan kasus itu berkaitan dengan penambangan emas ilegal. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kematian misterius tersebut.

Beragam cara ditempuh guna mendapatkan keterangan lain supaya memperoleh petunjuk mengenai identitas jasad. Salah satunya dengan meminta masyarakat melapor ke polisi jika ada diantara anggota keluarga yang hilang.

Sebagai informasi, lebih dari satu dekade belakangan Gunung Manggar ditambang secara ilegal. Penambangan berlangsung sembunyi-sembunyi dilakukan oleh penambang yang berasal dari berbagai daerah. Para penambang menggali tanah dengan menggunakan alat-alat sederhana.

Beberapa kali, polisi melakukan penggerebekan sampai menangkap penambang liar, beserta peralatan tambang emas maupun kendaraan pengangkut material. Aparat gabungan pernah dikerahkan untuk menutup bekas lubang-lubang galian sekitar September 2018 silam. (sut/lna)

Post Terkait

banner 468x60