Mau Jadi Pilot Drone Profesional, Ini Caranya

  • Whatsapp
Peserta Basic Flight se-Jatim di Kota Malang ujian praktik, Agustus. (30/08/2020). (dok)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Penggunaan pesawat drone semakin merajalela dan tidak diimbangi dengan kesadaran penggunanya untuk meningkatkan kompetensi dengan sertifikasi atau lisensi resmi. Pilot drone tidak bisa sembarangan beroperasi karena ada kaitannya dengan regulasi Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP).

Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan sertifikasi pilot drone bulan Agustus lalu, Federasi Drone Indonesia Jawa Timur (FDI Jatim) kembali membuka kesempatan bagi yang ingin meningkatkan kompetensi para pengguna drone.

Baca Juga

FDI Jatim membuka program sertifikasi pilot Drone Basic Flight se-Jatim Batch-2 di Kota Malang, proses sertifikasi meliputi kegiatan pelatihan dasar dan regulasi. Acara yang akan berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu 14-15 November 2020, bertempat di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Pada Acara sebelumnya, Instruktur Senior, Arya Dega menuturkan, memang belum ada kejadian fatal akibat penggunaan drone yang melampaui batas.

Namun, kepemilikan sertifikasi dinilai sangat penting karena berkaitan dengan regulasi dan penunjang kerja pilot drone. Arya mengatakan ada banyak regulasi baru dan bersifat penting yang belum banyak diketahui pengguna.

Selain pembatasan area penerbangan, kata Arya yang juga salah satu dosen Universitas swasta Kota Malang ini, juga ada pembatasan penerbangan drone di malam hari misalnya.

Sertifikasi pilot Drone Basic Flight se-Jatim di Kota Malang, Agustus lalu. Salah satu peserta dari Nusadaily.com. (dok)

“Sebelumnya, tidak ada (regulasi). Sekarang ada dan harus ada izinnya dulu. Nah hal semacam itu kan juga bisa kita ketahui dari sertifikasi ini. Disini juga penting karena juga sekaligus sosialisasi regulasi,” ungkapnya, Minggu (23/8/2020).

Nah, dalam proses perizinan ini nanti dilihat keabsahan dan kelengkapan sertifikasi pilot drone ini. Baik berupa piagam maupun identitas Kartu Tanda Anggota (KTA). Ini sebagai tanda jika pilot drone sudah matang baik secara mental, skill hingga kedisiplinannya.

“Ada namanya ‘Airmanship’ yang di dalamnya meliputi tiga faktor yakni ketrampilan, keahlian dan disiplin. Itu yang berusaha kita tanamkan melalui proses sertifikasi ini,” tegasnya.

Pada sertifikasi sebelumnya ada 15 peserta dari seluruh Jatim yang mengikuti proses ini. Proses sertifikasi meliputi dua tahap berupa ujian praktek dan tulis.

Sertifikasi Pilot Drone
Sertifikasi pilot Drone Basic Flight se-Jatim di Kota Malang, Agustus lalu. Salah satu peserta dari Nusadaily.com. (dok)

Dilansir nusadaily.com dari kumparan.com, dalam sertifikasi ini, lanjut pria yang juga salah satu YouTuber Malang, peserta digembleng dan mendapat pembekalan langsung oleh Presiden FDI pusat H. YA Dirgantara, ST., CCPS., CATS dan juga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Bagi yang ingin mendaftar langsung WA nomor di atas atau klik di sini. (ark)