Masker Scuba Dilarang, Pedagang Alami Penurunan Penjualan

  • Whatsapp
Penjual masker scuba di Kota Malang mengaku sepi pembeli.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – MALANG – Belakangan ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker scuba. Sebab, masker scuba dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan covid-19.

Baca Juga

Imbauan tersebut ternyata berdampak terhadap para pedagang masker scuba yang berjualan di beberapa titik di Kota Malang. Para pedagang mengeluhkan sepinya penjualan masker, padahal mereka sudah terlanjur memasok masker scuba dalam jumlah banyak.

Seorang pedagang masker scuba di Jalan Trunojoyo, Kota Malang, Tarsuki mengungkapakan, ia telah memasok dagangan masker scuba senilai Rp 1 juta belum lama ini.

“Saya sudah beli masker scuba banyak untuk dijual lagi, tiba-tiba ada larangan pakai masker scuba. Tapi ya tetap saya jual saja untuk menghabiskan stok,” terang dia, Kamis (24/9).

Tarsuki sempat mengaku keberatan atas adanya kebijakan larangan penggunaan masker scuba. Menurutnya, larangan yang dilakukan secara tiba-tiba terswbut tidak mempertimbangan nasib pedagang kecil yang sehari-hari berjualan masker di pinggir jalan. “Tidak hanya saya, banyak teman-teman yang merugi. Sebelumnya saya bisa jual sekitar 25 buah masker setiap hari, sekarang turun jadi hanya laku tujuh sampai 10 masker,” ungkap dia.

Selain Tarsuki, pedagang masker scuba lainnya, yakni Wahidi juga merasakan hal yang sama. Penjualannya menurun drastis sejak ada imbauan agar tidak menggunakan masker scuba.

Omzet Pedagang Turun

“Imbauan ini ya sangat berpengaruh, penjualan menurun. Biasanya omset saya antara Rp 100 ribu sampai dengan Rp 150 ribu, kalau sekarang dapat Rp 100 ribu saja sudah sangat bersyukur,” lanjut dia.

Padahal, menurutnya, masker scuba paling banyak diminati pembeli. Selain nyaman dipakai, harganya juga relatif terjangkau antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per buah. Meski begitu, Wahidi mengakui jika sebenarnya kebijakan itu bagus demi mencegah penularan Covid-19, mengingat masker scuba hanya satu lapis.

“Dengan imbauan ini, sebenarnya ada bagusnya karena scuba cuma satu lapis. Tapi di sisi lain kalau masyarakat pakai masker yang terlalu tebal sulit bernafas. Selama ini scuba peminatnya paling banyak,” tandas dia.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji masih belum mengeluarkan larangan terkait pemakaian masker jenis scuba tersebut. Sehingga, masih banyak ditemukan masyarakat yang menggunakan.

Sampai saat ini, pemerintah masih menunggu kajian terkait jenis masker yang dianjurkan maupun tidak. Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang belum mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan masker scuba.

“Semua masih jadi perdebatan, akan kami kaji dulu,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (21/9).

Menurutnya, anjuran untuk tidak menggunakan masker scuba tentu berdasarkan pada pengetahuan. Meski demikian, ia masih tidak ingin gagabah memberikan kebijakan. Setelah hasil kajian keluar, maka Pemkot Malang bisa menentukan, apakah pemakaian masker scuba diperbolehkan atau tidak. Sebab, sampai saat ini memang belum ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.

“Belum ada anjuran juga dari pemerintah pusat,” terang dia.(nda/aka)

Post Terkait

banner 468x60