Masih Ada Saja, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ponorogo

  • Whatsapp
jenazah covid
Tangkapan layar Rekaman CCTV detik detik ambil paksa jenazah covid 19 di RSUD dr. Harjono Ponorogo. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Masih saja terjadi ambil paksa jenazah pasien COVID-19 baru-baru ini. Peristiwa tersebut terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Aksi ambil paksa oleh sejumlah orang tersebut terekam kamera CCTV rumah sakit dan rekamanya beredar luas di masyarakat.

Dalam rekaman CCTV nampak sejumlah orang beradu argumen dengan petugas rumah sakit. Setelah itu, mereka membawa jenazah pasien yang hanya berselimut kain meninggalkan rumah sakit.

Baca Juga

BACA JUGA: Coba Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Sanksi Pidana di Depan Mata

Direktur RSUD dr Harjono, dr I Made Jaren saat dikonfirmasi nusadaily.com membenarkan peristiwa tersebut. Orang-orang dalam rekaman CCTV yang mengambil paksa jenazah itu adalah pihak keluarga pasien.

“Saat itu mereka menolak jenazah pasien asal Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo yang meninggal itu dimakamkan dengan protap Covid-19,” katanya, Kamis (06/05/2021).

Pasien tersebut, lajut Made Jaren, masuk ke IGD pada 4 Mei 2021 pukul 22.30 wib. Dari pemeriksaan kesehatan ada indikasi rawat inap.

Sesuai aturan dan SOP, semua pasien yang baru masuk harus dilakukan rapid test antigen untuk melindungi tenaga kesehatan dan bagaimana langkah penanganan dan perawatan terhadap pasien.

“Pasien pada saat masuk IGD kondisi alami sesak nafas dan kesehatanya drop, dan akhirnya tidak tertolong. Si pasien meninggal di IGD pukul 00.30 wib,” jelasnya.

Lebih lanjut, sesuai hasil rapid test antigen pasien reaktif, sesuai aturan pemakaman harus dilakukan dengan prokes Covid-19. Dari situlah terjadi beda pendapat antara keluarga dengan petugas rumah sakit.

“Dari pihak keluarga menolak prosesi pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Pihak keluarga jugq menolak bertanda tangan dimakamkan secara prokes. Bahkan mereka malah mengambil paksa, dengan tidak menggunakan APD,” jelasnya.

BACA JUGA: Jenazah Tertukar, Pihak Keluarga Aniaya Tim Pemakaman

Terkait adanya ambil paksa jenazah tersebut, pihak RSUD dr Harjono mengaku sudah melaporkanya kepada Satgas Covid-19 Ponorogo. Seal diangap bahwa pihak RSUD dr Harjono dinilai lamban menangani kasus tersebut, itu tidak benar. Menurutnya, semua penangannya sudah sesuai dengan prosedur.

“Justru kelambatan itu terjadi setelah pasien meninggal tidak ada kesepakatan antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien. Seandainya di situ sudah sepakat, maka pasien yang meninggal ini langsung kita proses,” pungkas Made Jaren. (nto/lna)