Mantan Direktur RSUD Kanjuruhan Divonis Bebas, Kajari Segera Kasasi

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang (Kepanjen), Edi Handoyo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – MALANG – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Abdurrahman mendapat putusan bebas, dalam sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (16/9). Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang (Kepanjen) segera melakukan kasasi setelah ada putusan itu. 

Baca Juga

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handoyo, membenarkan pihaknya bakal melakukan langkah hukum  kasasi terhadap putusan tersebut. “Benar, dia (Abdurrahman) diputus bebas, kami belum tahu pertimbangan apa yang membuat hakim memberikan putusan itu (bebas),” ucapnya saat ditemui awak media usai launching tim Mobile Covid Hunter di Polres Malang, Rabu (16/9) Malam dilansir Nusadaily.com.

Menurut Edi, dirinya bakal melakukan kasasi pada tersangka Abdurrahman yang telah mendapat putusan bebas. “Kita akan melakukan langkah hukum terhadap putusan itu. Setelah menerima laporan putusan lengkapnya, kami ada upaya hukum, yakni kasasi,” jelasnya.

Sedangkan tersangka lain, kata dia, yaitu Yohan Charles yang saat itu menjabat Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Pemkab Malang akan dilimpahkan berkas pemeriksaanya. “Berkas pemeriksaan Yohan Charles sudah siap dilimpahkan. Bahkan kalau ditemukan indikasi yang lain turut terlibat, kita berkas kembali,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menetapkan Abdurachman sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana kapitasi Puskemas, pada Senin (13/1/2020) silam. Abdurachman merupakan mantan Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang. Selain Abduracman, Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L juga sama statusnya. 

Kedua tersangka melakukan dugaan tindak pidana korupsi dengan memotong dana kapitasi sebesar tujuh persen setiap bulan. Praktik itu dilakukan pada tahun 2015 sampai 2017 lalu, pada 39 puskesmas. Besaran dana kapitasi yang dipangkas total Rp 8,5 miliar.

Kedua tersangka membagi peran dalam kasus ini. Abdurachman adalah otak utama yang memberikan komando memerintahkan Yohan Charles memuluskan rencana korupsi. (aje/wan)

Post Terkait

banner 468x60