Longsor di Nganjuk Dilaporkan 20 Orang Hilang 357 Jiwa Mengungsi

  • Whatsapp
Warga
Banjir di Kabupaten Nganjuk, Jatim, Minggu (14/2/2021) malam. (FOTO ANTARA Jatim/ istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa tanah longsor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang terjadi pada Minggu (14/2) malam sekitar pukul 18.30 WIB dipicu hujan intensitas sedang hingga tinggi.

“Tanah longsor di Kabupaten Nganjuk dipicu hujan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 18.30 WIB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati  dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Senin pagi.

Baca Juga

BACA JUGA: Longsor di Nganjuk, 20 Orang Dilaporkan Hilang – Nusadaily.com

“Sedangkan di Kabupaten Pasuruan banjir terpantau pada pukul 23.50 WIB,” katanya.

Tanah longsor di Nganjuk melanda sejumlah rumah warga di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk melaporkan kejadian itu mengakibatkan 20 warga setempat hilang dan 14 orang lainnya luka-luka.

“Warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan di puskesmas. Tanah longsor juga mengakibatkan delapan unit rumah warga rusak berat,” katanya.

BACA JUGA: Waspadai Cuaca Ekstrim di Magetan dan Jatim, Akibat Dampak La Nina – Imperiumdaily.com

BPBD Nganjuk dengan dukungan pihak terkait lainnya melakukan upaya penanganan darurat, seperti pencarian dan evakuasi korban hilang.

Selain itu, tim gabungan juga melakukan evakuasi warga terdampak di sekitar lokasi.

“BPBD setempat terus melakukan pemantauan pascabencana dan kaji cepat di lapangan,” katanya.

Sementara itu terkait bencana di Kabupaten Pasuruan, BPBD setempat melaporkan banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berdampak debit air Sungai Kedunglarangan di Kecamatan Bangli, Sungai Rejoso di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Grati meluap.

8 Desa Terdampak di Nganjuk

“Beberapa desa terdampak di tiga kecamatan yaitu Desa Satak, Tambaka, Kalianyar, Kalirejo dan Masangan (Kecamatan Bangli), Desa Bandaran dan Prodo (Kecamatan Winongan) dan Desa Kebrukan (Kecamatan Grati),” katanya.

BACA JUGA: Waspadai Cuaca Ekstrem, Laut Selatan Jawa Diprediksi Setinggi 2,8 Meter – Noktahmerah.com

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 357 jiwa mengungsi di masjid dan bangunan sekolah TK setempat.

“Ratusan rumah warga terdampak dengan tinggi muka air banjir sekitar 70 centimeter. BPBD dan unsur-unsur terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat kepada masyarakat terdampak,” demikian Raditya Jati.(eky)