Libatkan 4 Kendaraan, Laka di Garum Tewaskan Satu Orang

  • Whatsapp
Truk Mitshubisi
Empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan di Garum Blitar, Tiga Motor diamanakan polisi.

NUSADAILY.COM – BLITAR – Kecelakaan lalu lintas (laka) di jalan umum simpang tiga Kelurahan Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Selasa 14 Juli 2020. Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu melibatkan empat kendaraan langsung.

BACA JUGA: Di Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, 13 Orang Meninggal Dunia Kecelakaan Lalin

Bacaan Lainnya

Kanit Laka Satlantas Polres Blitar, Ipda Heri Irianto mengatakan, empat kendaraan yang terlibat itu diantaranya sepeda motor Suzuki tanpa nomor polisi dikendarai Poniran (60) warga Garum, truk Mitsubishi dengan nopol N 9053 E dikendarai Andik Aditya (27) warga Malang, sepeda motor Suzuki bernopol AG 2499 QE dikendarai Winarko (33) warga Garum, dan terakhir sepeda motor Honda AG 3545 LF dikendarai Sutrisno (39) warga Garum.

“Dari hasil olah TKP, pada semua pengendara ternyata tidak ditemukan SIM C maupun SIM BI,” kata Ipda Heri kepada Nusadaily.com, Selasa 14 Juli 2020 siang.

Lebih lanjut Ipda Heri menuturkan, satu orang meninggal merupakan penumpang yang dibonceng Poniran, yakni Sumarti (59) warga Garum. Korban mengalami luka pada kepala dan meninggal di tempat. Jenazah korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar. “Kalau Poniran mengalami luka ringan pada kepala. Dia dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” ujarnya.

BACA JUGA: Sering Terjadi Kecelakaan, Dishub Blitar Bangun Traffic Light Baru

Ipda Heri menceritakan, kecelakaan itu bermula saat sepeda motor yang dikendarai Poniran berjalan dari arah selatan ke utara memasuki di jalan umum simpang tiga Kelurahan Bence Kecamatan Garum belok kearah kanan. Selanjutnya terjadi benturan dengan kendaraan truk Mitsubishi yang berjalan dari arah barat ke timur.

“Nah, setelah terjadi benturan, truk mengarah ke kiri menabrak dua sepeda motor yang sedang berhenti di bahu jalan sebelah utara. Atas kejadian ini kerugian materil sekitar Rp 2 juta,” imbuhnya. (tan)