Lestarikan Peninggalan Raja-raja Brawijaya, UB Akan Bangun Museum

  • Whatsapp
Peninggalan Kerajaan Barawijaya UB
Ilustrasi Kampus Universitas Brawijaya Malang. (Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Universitas Brawijaya (UB) Malang akan segera membangun museum untuk melestarikan peninggalan raja-raja Brawijaya. Selain itu, dalam museum tersebut juga akan menampilkan hasil studi civitas akademika yang selama ini telah melakukan eksplorasi.

Lokasi pembangunan museum tersebut kini tengah dirapatkan dan menunggu persetujuan pihak rektorat. Rencananya, museum akan memamerkan artefak-artefak asli maupun replika dari masa kejayaan raja-raja Brawijaya. Serta, akan ada ruang eksibisi yang menampilkan hasil studi civitas akademika berdasarkan hasil eksplorasi lapangan dari peninggalan masa lampau raja-raja Brawijaya.

Baca Juga

Pembangunan museum tersebut merupakan program dari Doktor Mengabdi UB. Ketua Tim Doktor Mengabdi, Hipolitus Kristoforus Kewuel, mengatakan, seluruh penelitian dari para civitas akademika UB nanti akan ditampilkan dari semua disiplin ilmu.

“UB ingin museum yang berbeda dengan museum-museum di universitas lain, yang pada umumnya mereka mengambil tema di bidang ilmu tertentu atau partial. Kami tidak ingin yang partial, namun ingin museum yang mencakup semua bidang ilmu atau universal,” terang dia.

Untuk lestarikan peninggalan Kerajaan Brawijaya itu, isi museum tersebut tidak hanya menampilkan cerita masa lampau berupa artefak-artefak peninggalan raja-raja Brawijaya, namun juga masa depan berupa riset dari para civitas akademika UB.

“Itulah sebabnya, museum UB akan lebih cocok mendapat julukan Museum Tumbuh,” kata dia.

Master Plan Pengembangan UB ke Depan

Sementara itu, Dekan FIB UB, Agus Suman menyambut baik pembangunan museum UB tersebut. Menurutnya, dengan adanya museum ini, bisa menjadi sebuah master plan pengembangan UB ke depan.

“Museum ini memiliki fungsi praktis sebagai media bagi UB untuk ikut serta dalam persaingan global,” terang dia.

Senada dengan Agus, Wakil Rektor IV UB, Sasmito Djati menilai, pembangunan museum tersebut perlu diseriusi untuk menggambarkan semua aktivitas pengembangan keilmuan di UB.

“Hal ini perlu dipikirkan secara serius. Salah satu jalan yang paling mungkin adalah membangun musuem yang mendasarkan diri pada nilai (value) yang pasti bersifat universal. Nilai-nilai itu mungkin bisa kita bisa gali dari semangat raja-raja Brawijaya yang telah menjadi nama universitas ini,” tandas dia. (nda)