Lebih 1,3 Miliar Siswa Belajar dari Rumah

  • Whatsapp
guru
Suasana upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kota Batu
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Pemkot Batu memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2020. Upacara peringatan dipimpin langsung Walikota Batu, Dewanti Rumpoko di halaman Balaikota Among Tani Kota Batu (Rabu, 25/11). Dewanti Rumpoko membacakan naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makariem. Naskah pidato itu memaparkan data Unesco. Lebih 90 persen atau di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19.

Hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya. Jutaan pendidik dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Hal ini dilakukan agar kita bisa menjaga diri dari potensi terkena virus sekaligus memutus rantai penularannya.

Baca Juga

“Sebagai manusia biasa, situasi sulit ini kadang kala membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Namun, kita memilih terus bangkit dan berjuang dengan keyakinan bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid yang kita cintai walau dengan segala keterbatasan,” papar Dewanti membacakan naskah pidato Nadiem pada peringatan Hari Guru Nasional 2020 dilansir Nusadaily.com.

Pemangku kepentingan di bidang pendidikan saling bergotong royong mengatasi kompleksitas situasi. Termasuk walimurid berperan memberi motivasi dan mendampingi belajar buah hatinya.

“Orang tua bahu-membahu memberikan motivasi, menemani belajar, bahkan turut pula menjadi guru bagi anak-anaknya. Semangat pantang menyerah dan gotong royong menjadi keteladanan untuk anak-anak penerus bangsa,” lanjut Dewanti.

Menyitir pidato Nadiem, Dewanti menuturkan, seluruh insan pendidikan diharapkan agar menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama. Menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

“Pandemi telah memberikan kita momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM unggul untuk Indonesia Maju,” urai dia.

Kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi perhatian untuk terus diperjuangkan. Kebijakan rekrutmen guru ASN, pengembangan pendidikan, peningkatan profesionalisme dan peningkatanan kesejahteraan guru menjadi prioritas untuk mewujudkan kesejahteraan.

“Komitmen perjuangan kesejahteraan guru itu ditempuh melalui seleksi demokratis bagi guru-guru non PNS menjadi guru ASN PPPK dengan kuota cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” kata Dewanti. (wok/wan)

Post Terkait

banner 468x60