Langkah Cerdas Khofifah ‘Kacangin’ Dua Kubu Sekda yang Berebut Plh Bupati Jember

  • Whatsapp
Kepala Disperta Jatim, Hadi Sulistyo ditunjuk Gubernur untuk menjadi Plh Bupati Jember. (nusadaily.com/ istimewa).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinilai membuat kebijakan jitu terhadap persoalan posisi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember yang sedang diperebutkan akibat dualisme Sekretaris Daerah (Sekda).

Baca Juga

Khofifah telah dipastikan menunjuk Hadi Sulistiyo, Kepala Disperta Jatim untuk menjadi Plh Bupati Jember. Gubernur perempuan itu mengabaikan kubu Sekda di Jember antara versi Mirfano maupun versi Ahmad Imam Fauzi selaku pejabat yang dibela mati-matian oleh mantan Bupati Jember, Faida.

“Ini langkah cerdas dari Gubernur mengabaikan kubu-kubuan birokrat yang sebenarnya mereka juga sedang dikendalikan oleh permainan kepentingan politik mengacaukan birokrasi,” kata Itqon Syauqi, Ketua DPRD Jember, Selasa, 16 Pebruari 2021.

Penunjukan Plh Bupati dimaksudkan untuk mengisi kekosongan sementara waktu selama 7 hari sampai pelantikan kepala daerah terpilih yang selesai menggelar Pilkada. Pemerintah sebenarnya jelas berkebijakan Plh Bupati diisi oleh Sekda.

Namun, kondisi tidak normal di Jember mengakibatkan sikap pemerintah berbeda dibandingkan dengan daerah lain. Oleh karenanya, Itqon mengatakan, DPRD terus memantau situasi dan perkembangan yang terjadi termasuk prosesi penyerahan SK Plh Bupati oleh Gubernur Khofifah pada jam 8 malam ini.

Selebihnya, Itqon menambahkan, kedepan birokrasi Jember harus dipulihkan oleh Bupati bersama Wakil Bupati Jember yang baru. Yakni Hendy Siswanto dan KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman.

“Supaya tidak ada lagi polarisasi birokrasi, tidak boleh ada kubu-kubuan. DPRD berharap kedepan tidak ada lagi yang saling menang-menangan berebut posisi. Semua aparatur sama-sama bekerja untuk negara, sehingga harus bersatu,” tuturnya.

Legislator muda berlatar belakang ulama ini juga mengutarakan pesan khusus kepada aparatur di lingkungan Pemkab Jember. Menurut Itqon, perseteruan diantara birokrat telah merugikan diri sendiri dan berdampak luas karena birokrasi tidak dapat maksimal melayani masyarakat.

“Siapapun aparatur yang bertengkar kalaupun menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Sudahlah, segera tutup buku. Kedepan mereka harus bersatu membantu Bupati dan Wakil Bupati baru,” pungkas alumnus IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta itu. (sut/aka)