Langgar Prokes dan Jam Malam, Puluhan Pemuda Disanksi Push Up

  • Whatsapp
razia tulungagung
Para pelanggar protokol kesehatan jalani penindakan push up di tempat. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Petugas gabungan yang terdiri dari anggota Polres Tulungagung, anggota Kodim 0807 Tulungagung, dan Satpol PP menggelar razia ketertiban penggunaan masker. Dilanjutkan dengan razia jam malam di Tulungagung, pada Kamis (20/08).

Sejumlah lokasi rawan gangguan ketertiban dan tempat nongkrong anak muda menjadi lokasi sasaran penertiban. Hasilnya, dari lebih kurang 10 lokasi warung kopi dan tempat nongkrong yang ada di Tulungagung, ditemukan 50 pemuda tak bermasker dan 10 pelaku pelanggaran jam malam.

Baca Juga

Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Neni Sasongko mengatakan, mereka dikenakan hukuman push up di tempat. Karena masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Sedangkan 10 orang pelaku pelanggar jam malam ini diamankan dan diberikan pembinaan di Mapolres Tulungagung untuk selanjutnya menjalani penerapan sanksi kerja sosial.

“Mohon dipahami, jadi upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

BACA JUGA: Di Tulungagung, Warga Bandel Protokol Kesehatan Disanksi Nyanyi Indonesia Raya

Neni mengakui, belum semua warung bisa denga disiplin menjalankan instruksi presiden soal pengetatan Protokol Kesehatan dan juga penerapan jam malam. Padahal dengan pengetatan protokol kesehatan dan penerapan jam malam, potensi penyebaram Covid-19 bisa ditekan.

“Sasaran kegiatan ini adalah obyek vital. Serta titik-titik yang kerap dijadikan berkumpul oleh pemuda seperti warkop dan sebagainya,” jelasnya.

Hasilnya, di Warkop angkringan Pagupon masuk Jalam I Gusti Ngurah Rai ditemukan 5 pengunjung yang tidak memakai masker. Warkop angkringan Jepun masuk Jalan Mayor Sujadi ada 8 pengunjung, warkop angkringan Etan Jepun 9 pengunjung. Angkringan 579 masuk Desa Plosokandang ada 16 pengunjung, angkringan Respati 6 pengunjung, angkringan Bok Brombong 5 pengunjung, dan angkringan Pohon Mangga masuk Desa Ringinpitu 2 pengunjung.

“Mereka semua langsung diberikan sanksi push up lalu diberikan pemahaman agar mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya

Kemudian, 10 masyarakat diamankan untuk dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan karena melanggar jam malam. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Satpol PP guna diberikan sanksi sesuai dengan Instruksi Bupati Tulungagung tentang pembatasan aktifitas jam malam.

“Kedepan, kami berharap tidak ada lagi warga yang terjaring razia jam malam. Semoga aturan ini bisi dipahami masyarakat,” pungkasnya. (fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60