Kuatkan Sektor Strategis untuk Penanganan Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat membuka agenda Musrenbang Kecamatan Batu (Selasa, 23/2).
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko membuka agenda musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Batu (Selasa 23/2). Ia menekankan pentingnya melakukan optimalisasi penguatan sektor strategis di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga

Dewanti mengatakan, fokus program saat ini harus menyentuh pada tiga aspek, yakni pemulihan ekonomi, kesehatan dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kalau usulan desa/kelurahan secara menyeluruh saya kurang faham detailnya. Intinya yang urgent yaitu dalam menghadapi pandemi Covid-19, itu yang harus diprioritaskan,” tutur Dewanti.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tak begitu krusial sebaiknya disisihkan terlebih dulu. Semisal, pembangunan balai RW. Karena kebutuhan untuk melakukan pertemuan bisa disiasati dengan menggunakan aset desa/kelurahan.

“Tolong persiapkan regulasinya dengan matang agar ke depan bisa menjalankan program dengan maksimal. Kembali pesan saya ekonomi dan kesehatan jadi poin paling utama terlebih di desa,” tegas Dewanti.

Lebih lanjut, ia mengatakan, program pembangunan harus bisa menyerap padat karya. Semisal pembangunan gorong-gorong di pedesaan harus dikerjakan swadaya masyarakat setempat. Sehingga masyarakat mendapat akses pemberdayaan dan memetik penghasilan di setiap proses pembangunan tersebut.

“Padat karya merupakan salah satu cara pemulihan ekonomi merujuk pada instruksi Presiden RI. Agar masyarakat bisa dapat penghasilan dan manfaat secara langsung. Selain perekonimian pembangunan sekolah untuk pendidikan, dan sebagainya juga sangat penting,” paparnya.

Sementara itu, Camat Batu, Yopi Supriyadi mengatakan, diterapkannya sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) dapat mengoptimalkan usulan dari desa/kelurahan. Sehingga usulan untuk tahun 2022 mendatang bisa terlaksana secara maksimal.

“Dengan adanya SIPD pasti jauh lebih baik, tidak hanya usulan namun mulai perencanaan, penganggaran, dan pertanggungjawaban juga terpusat di situ,” ucap Yopi.

Ia mengatakan, pihak kecamatan akan meneruskan program yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Hal itu juga akan dilakukan oleh pihak kelurahan. Berbeda dengan pemdes yang harus mengacu pada permendes yang mengatur 75 persen anggaran desa untuk pemulihan ekonomi.

75 Persen Anggaran untuk Pemulihan Ekonomi

“Anggaran yang didapat, 75 persennya wajib untuk pemulihan ekonomi sisanya baru pembanguan fisik. Pesan saya meski begitu pembangun harus merata tiap RW, terpenting kualitas juga harus dijaga,” imbuh dia.

Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi menilai, selama ini banyak usulan masyarakat maupun pokok pikiran (pokir) DPRD yang tak terlaksana. Ia pun meminta agar pelaksanaan musrenbang hanya terkesan sekadar legal formal semata.

“Jangan hanya dijadikan formalitas saja, nanti diusulkan tapi tak ada kejelasan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kesiapan anggaran dan SDM harus disiapkan secara matang,” tegas politisi PDIP itu.

Dia mencontohkan tahun kemarin dari lima usulan pokir, hanya satu yang terealisasi, kadang juga tidak terakomodir. Belum lagi banyaknya keluhan dari masyarakat bila keinginan mereka dalam hal pembangunan ternyata tak terealisasi.

Asmadi pun menaruh harapan besar pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sebagai solusi sehingga tahun depan pembangunan bisa terlaksana dengan maksimal.

“SIPD mungkin bisa jadi solusi, tapi tetap SDM pelaksana juga harus lebih kompeten dan bisa menyesuaikan diri. DPRD pun berkomitmen akan terus mengawal serta berkoordinasi secara berkelanjutan,” imbuh dia. (wok/aka)