Kota Mojokerto Bakal Bangun Instalasi Pengolahan Limbah Tinja di Tahun 2022

  • Whatsapp
limbah tinja mojokerto
Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2022.(din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto berencana membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) pada tahun 2022 mendatang.

Proyek strategis ini nantinya bersumber dari dana APBN senilai Rp 15 milyar, akan dibangun di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajutit Kulon, Kota Mojokerto dengan luas sekitar empat hektar.

Baca Juga

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menjelaskan bahwasanya pembangunan IPLT sudah masuk dalam program prioritas Kota Mojokerto tahun 2022 nanti.

BACA JUGA: Cegah Lonjakan Covid-19, Mulai Pekan Ini Kota Mojokerto Terapkan PPKM

“Ini adalah proyek strategis hadiah dari pemerintah pusat, karena di penghujung tahun 2020 kemarin kita meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award dari Kementerian Kesehatan,” ujar Ning Ita, saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2022 di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk.

Ning Ita mengatakan, ini merupakan penghargaan STBM berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

“Kota Mojokerto mampu membuktikan sebagai daerah yang bebas dari perilaku masyarakat yang sengaja buang air besar di sembarang tempat,” tegasnya.

Atas capaian prestasi itu, tahun 2022 akhirnya Kota Mojokerto ditunjuk sebagai lokasi strategis pembangunan IPLT oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Melalui Ditjen Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja sekaligus mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman saat menjalani tatanan kenormalan baru (new normal),” paparnya.

Dengan adanya fasilitas ini, lanjut Ning Ita, limbah tinja yang dibawa truk tinja secara periodik akan diolah di IPLT ini.

“Hasil pengolahannya aman dibuang ke saluran air dan diharapkan bisa mengurangi pencemaran air dan tanah dari bakteri ecoli,” katanya.

Sementara, Kepala Bappedalitbang Pemkot Mojokerto Agung Moeljono, menambahkan pembangunan IPLT sudah masuk dalam kajian teknis perencanaan. Proyek ini murni menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita hanya menyiapkan lahan saja, untuk anggaran dan pelaksanaannya semua dari pemerintah pusat,” tukasnya.

Mantan Kepala BPPKA ini, menyebutkan selain pembangunan IPLT, ada enam program lagi yang masuk skala prioritas Kota Mojokerto.

BACA JUGA: Kota Mojokerto Raih Harmony Award dari Menteri Agama

Diantaranya, pengendalian banjir, pembangunan jaringan air bersih di wilayah barat, pembangunan infrastruktur, peningkatan perekonomian masyarakat, pengembangan pariwisata dan penyediaan dana cadangan untuk pemilu.

“Prioritas pembangunan tersebut sesuai dengan arah kebijakan tahun 2022. Yakni penguatan SDM didukung penyediaan infrastruktur yang mendukung investasi pemerataan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD,” pungkasnya.(din/lna)