Kota Malang Jadi Pilot Project Vaksinasi Pelayan Publik

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksinasi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Saat ini, proses vaksinasi covid-19 masih terus berjalan. Rencananya, Kota Malang menjadi salah satu pilot project pelaksaan vaksinasi bagi pelayan publik. Termasuk, sebagai salah satu upaya percepatan pelaksanaan vaskinasi covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menjadikan proses vaksinasi covid-19 di Kota Malang sebagai pilot project nasional. Sehingga, nantinya bakal digelar vaksinasi massal yang ditargetkan menyasar 10 ribu orang dalam satu gelaran.

“Iya Insya Allah (menjadi pilot project Vaksinasi Covid-19), senin nanti harus paparan lagi ke kementerian. Semalam juga sudah presentasi, tadi diminta progressnya,” terang dia, Jumat (26/2/2021) sore.

Sutiaji menambahkan, pelaksanaan itu nantinya akan menyasar kepada 10 hingga 15 ribu orang dalam satu gelaran vaksinasi Covid-19 massal. Rencananya akan dilakukan di GOR Ken Arok, di Kecamatan Kedungkandang.

“Kami siapkan 10 ribu itu nanti dalam satu gelaran, bisa jadi sampai 15 ribu satu hari. Insya Allah di Gor Ken Arok temoatnya,” imbuh dia.

Dalam pelaksanaannya nanti, juga akan melibatkan ratusan petugas vaksinator, yang juga akan dibantu dari pemerintah pusat.

“Vaksinator kita ada 720, nanti akan ada penambahan dari pusat, tapi bisa jadi nanti meminta bantuan dari kota kabupaten lain,” jelas dia.

Vaksinasi massal ini nantinya akan dilakukan kepada beberapa sasaran. Diantaranya, kelompok sasaran pendidik, wakil rakyat, TNI/Polri, pedagang pasar, pegawai negeri, pelayanan publik termasuk pariwisata dan seni, ojek online, paguyuban mal, kalangan perbankan, karyawan, tokoh agama, hingga wartawan.

“Termasuk pedagang pasar dan semuanya, kita sudah siapkan,” kata dia.

Terkait pelaksanaannya, Sutiaji menegeaskan akan dibuat secara bertahap. Hal tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, untuk menghindari kerumunan.

“Nanti dilakukan bertahap (10 ribu warga di vaksin), agar tidak berkerumun. Jadi akan dibagi berapa jam, ada shift sehingga tidak di waktu yang sama,” imbuh dia.

Sutiaji menjelaskan, langkah tersebut juga sebagai satu upaya percepatan vaksinasi di Kota Malang. Diharapkan, nantinya hal itu bisa menjadi percontohan nasional. “Tapi itu basic-nya progress percepatan dan inovasi,” tandas dia.(nda/kal)