Koruptor Miliaran Rupiah ini Akhirnya Hanya Sisakan Kaos dan Celana Kolor

  • Whatsapp
korupsi fauzi
Ahmad Fauzi Zamroni (kanan) saat didatangi aparat di rumahnya. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Tak disangka-sangka, pria bertampang kucel bernama Ahmad Fauzi Zamroni yang baru saja dijebloskan ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember adalah koruptor kelas kakap.

Mukanya terlihat kusut, dan hanya mengenakan kaos hitam bergaris putih dan celana kolor saat terciduk aparat dalam rumahnya di Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu.

"
"

Baca Juga

"
"

Sepintas, tampang Ahmad Fauzi tidak menggambarkan bahwa ia pernah menggondol duit negara sekitar Rp 5 miliar.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto menyampaikan, bahwa Ahmad Fauzi adalah buronan perkara pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Surabaya.

“Kami sifatnya hanya membantu kejaksaan Surabaya untuk menangkap. Karena posisi DPO (buron Ahmad Fauzi) di Jember,” jelas Agus ke nusadaily.com, Rabu 12 Agustus 2020.

Menurut Agus, Kejari Surabaya yang mengeksekusi Ahmad Fauzi sebagai putusan pengadilan atas perkara korupsi program penanganan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur.

“Yang bersangkutan mulai menjalani masa tahanan di Lapas Jember,” pungkas alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu.

‘Lihai’ dalam Korupsi

Ahmad Fauzi bisa dibilang lihai dalam hal korupsi maupun melarikan diri. Dia sukses mengelabui sejumlah sekolah serta kampus di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang dengan hanya memberi bagian 5% dari total dana bantuan.

Bahkan, 10 tahun dia bisa berpindah-pindah tempat tinggal dan lolos dari sergapan aparat yang memburunya sejak terbit putusan PN Surabaya nomor 3088/Pid.B/2010/PN SBY.

Kelihaian mantan Ketua Lembaga Gerakan Surabaya Kesehatan itu melebihi sejawatnya yakni mendiang dr. Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo, dokter spesialis jantung juga mantan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang lebih dulu tertangkap di Malaysia pada akhir 2017 silam.

BACA JUGA: Misteri Kelebihan Mega Transfer Skandal Dana Beasiswa Pemkab Jember

Ahmad Fauzi dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sehingga divonis 6 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 4 bulan penjara, dan membayar uang pengganti Rp415 juta.

Sedangkan, dr. Bagoes telah meninggal pada Desember 2018 lalu, saat tengah menjalani hukuman di dalam Lapas Kelas I Porong, Sidoarjo.

Rangkaian hasil persidangan PN Surabaya menunjukkan peran sentral Ahmad Fauzi dalam skandal korupsi P2SEM.

Lembaga yang didirikannya dipakai mengajukan proposal belasan sekolah dan kampus untuk mendapat bantuan dana dari Pemprov Jatim pada tahun 2008 lampau.

Dia bekerjasama dengan mendiang Bagoes yang memiliki akses politik khusus karena berstatus sebagai staf ahli DPRD Jatim. (sut)

Post Terkait

banner 468x60