Klaster Keluarga Di Tulungagung Dominasi Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Terbaru

  • Whatsapp
Klaster keluarga di Tulungagung
Peta sebaran COVID-19 Tulungagung.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Klaster keluarga di Tulungagung dominasi kasus terkonfirmasi COVID-19 terbaru. Itu berdasarkan data yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Tulungagung per Rabu (11/11/2020).

BACA JUGA: Beredar Buku Nikah Siri di Tulungagung, Kemenag Belum Bersikap

Baca Juga

BACA JUGA: WOM Finance Tulungagung Kalah di Pengadilan, Kasus Ambil Paksa Mobil Nasabah – Imperiumdaily.com

Total terkonfirmasi COVID-19 di Tulungagung sebanyak 512 orang. Di mana 462 orang dinyatakan sembuh. Empat di antaranya meninggal dunia. 18 orang dirawat dan 27 lainnya menjalani karantina sedangkan 1 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Kepada Nusadaily.com, Wakil Juru Bicara GTPP COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro memberi penjelasan. Penambahan terbaru berasal dari Kecamatan Tulungagung dan Pakel. Ia menerangkan soal klaster keluarga di Tulungagung itu.

Dengan adanya penambahan ini maka status Kecamatan Tulungagung dan Gondang dalam peta penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tulungagung menjadi merah.

“Yang merah ada 2 sekarang, yaitu Tulungagung dan Gondang, sisanya hijau dan Kuning,” ujarnya soal data COVID-19.

Galih menjelaskan, berdasarkan data COVID-19 yang dimilikinya, penambahan kasus terkonfirmasi asal Kecamatan Gondang ini sudah bisa disebut sebagai klaster keluarga. Mengingat saat ini terdata sudah ada 8 anggota keluarga asal Kecamatan Gondang yang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

“Ini sudah klaster keluarga karena ada 8 sekarang dari satu keluarga itu yang dikarantina, mereka terkonfirmasi semuanya,” jelas Galih soal kasus COVID-19.

Ini Temuan COVID-19 di Tulungagung

Temuan tersebut bermula dari salah satu anggota keluarga yang selama ini menjalani perawatan rutin di fasilitas kesehatan wilayah Kabupaten Kediri. Kemudian meninggal dunia saat statusnya probable COVID-19.

Kondisi inilah yang membuat tim tracing GTPP COVID-19 Tulungagung melakukan penelusuran. Hingga akhirnya ditemukan delapan orang terkonfirmasi COVID-19 yang memiliki kontak erat dengan probable tersebut.

“Yang meninggal itukan dirawat di Kediri tapi statusnya probable kemudian kita lakukan tracing dan ketemu 8 orang terkonfirmasi tersebut,” terang Galih mengenai data COVID-19 itu.

Galih menyebut klaster keluarga seperti yang terjadi di Gondang. Ini merupakan tren yang beberapa bulan terakhir ini mendominasi temuan terkonfirmasi baru COVID-19 di Kabupaten Tulungagung.

Selain berasal dari probable pasien COVID-19 yang menjalani perawatan, ditemukan juga kasus temuan dari anggota keluarga. Yang melakukan perjalanan dari luar kota.

“Imbauannya tetap, menerapkan Prokes dan segera melapor jika ada anggota keluarga yang memiliki gejala COVID-19,” pungkasnya.

Pihaknya berharap ketaatan menggunakan masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun juga diterapkan di dalam lingkungan keluarga. Sehingga potensi penyebaran COVID-19 bisa ditekan.(fim/cak)