Ketua PGRI Bondowoso yang Diduga Terlibat Video Masturbasi Bakal Dijerat Sanksi Etik

  • Whatsapp
video pgri
Mulyono yang sedang terlilit kasus dugaan video mesum merupakan guru PNS sekaligus kepala sekolah. (nusadaily.com/ istimewa)

NUSADAILY.COM – BONDOWOSO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Haeriyah Yulianti membenarkan sedang menangani skandal video mesum yang tengah ramai tersebar karena diduga dibintangi oleh oknum guru bernama Mulyono.

Mulyono, sendiri merupakan tokoh pendidikan yang pernah menjabat Ketua PGRI Bondowoso sebelum akhirnya mengundurkan diri setelah video mesum berisi adegan masturbasi yang diperankan oleh lelaki paruh baya mirip dengannya beredar luas.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Video Masturbasi Dibintangi Lelaki Mirip Ketua PGRI Bondowoso Beredar Luas

Alasan Haeriyah mengambil langkah penindakan lantaran Mulyono merupakan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sekaligus juga menjabat Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Prajekan Lor 01 di Kecamatan Prajekan.

“Ya, menurut ini dianggap melanggar kode etik, dan kami sudah proses sebagaimana prosedur semestinya,” ujar Haeriyah ke nusadaily.com di kantornya pada Senin, 7 Juni 2021.

Menurut Haeriyah, Dispendik secara kelembagaan telah membuat berita acara pemeriksaan berdasarkan bukti video serta keterangan dari Mulyono. Kemudian berkas tersebut diserahkan kepada Inspektorat.

Kendati sejauh ini, informasi yang didapat Haeriyah dari Inspektorat bahwa tindak lanjut atas kasus itu belum sampai pengambilan keputusan yang mengarah pada pemberian sanksi. Dengan kata lain, penanganannya sedang berjalan.

“Pokoknya tidak lama dari kasus itu muncul kami melakukan pemanggilan dan limpahkan ke Inspektorat. Kalau masalah hasil atau sanksi belum. Tapi, yang pasti sudah dilakukan pemanggilan juga oleh Inspektorat kepada yang bersangkutan,” tegas Haeriyah.

Selebihnya, pernyataan Haeriyah bukan ditujukan untuk menjustifikasi Mulyono, melainkan lebih sebagai imbauan kepada seluruh guru agar bisa menjaga diri dalam berperilaku. Terutama ketika berada dalam lingkup ruang publik yang berpotensi dapat dilihat oleh banyak orang.

“Supaya hati-hati dalam menggunakan media sosial. Gunakanlah media sosial secara bijak. Karena media sosial selain ada manfaat juga ada sisi negatifnya,” pungkas perempuan yang juga merangkap jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bondowoso itu.

Mulyono sendiri belum memberikan tanggapan apapun meski dimintai konfirmasi. Yang jelas, ia telah mundur dari jabatan Ketua PGRI Bondowoso kendati masih aktif mengajar dan menjabat Kepala SDN Prajekan Lor 01.

Mulyono disinyalir mirip dengan pemeran dalam video mesum berdurasi 1 menit 13 detik yang berisi adegan pria paruh baya bugil sedang memain-mainkan alat vitalnya lantaran bernafsu terhadap seorang perempuan yang terhubung lewat sambungan video elektronik.

Kalangan guru bereaksi keras atas kemunculan video mesum itu, sehingga memicu tuntutan digelar konferensi luar biasa (KLB) PGRI Bondowoso. Sikap para guru termuat dalam dokumen berita acara hasil rapat pengurus PGRI tanggal 26 April 2021.

BACA JUGA: Ketua PGRI Bondowoso Diduga Bintangi Video Masturbasi Picu Pergolakan Para Guru

PGRI Jawa Timur lantas turun tangan menanggapi gejolak para guru dengan menunjuk Dwi Windu Krisyanto sebagai Plt Ketua PGRI Bondowoso agar untuk sementara waktu menjalankan roda organisasi tersebut setelah Mulyono mengundurkan diri. (sut/lna)