Kerap Dilanda Banjir dan Longsor, Ini Tanggapan Pemkot Malang

  • Whatsapp
malang banjir
Ilustrasi banjir Kota Malang. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Akibat hujan deras disertai angin pada Minggu (14/3/2021), sejumlah titik di Kota Malang mengalami banjir, pohon tumbang dan rumah ambrol. Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun strategi untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi saat hujan deras itu.

Salah satu kawasan yang dilanda banjir dan terdapat dua rumah yang mengalami longsor adalah Kelurahan Purwantoro. Di kawasan tersebut terdapat aliran sungai. Dimana, saat musim hujan, mereka menerima air bah dari kawasan Tulusrejo dan Mojolangu.

Baca Juga

BACA JUGA: Dampak Hujan Deras Disertai Angin, Empat Rumah di Kota Malang Ambrol

“Daerah saya ini hanya menerima tumpahan air saja. Ketika terjadi hujan deras, jadi meluap. Sehingga terjadi banjir,” terang Lurah Purwantoro, Moch. Hadi, Senin (15/3/2021).

Menurut Hadi, untuk mengatasi banjir di wilayahnya, perlu ada pengurukan sungai. Sebab, upaya tersebut pernah dilakukan sekitar dua tahun silam. Hasilnya, kawasan tersebut tidak pernah terjadi banjir.

“Harus dikeruk dan sungai rutin dibersihkan dari material. Serta, harus ada sinergi dari semua pihak, termasuk masyarakat untuk menanggulangi banjir,” papar dia.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji menguraikan, peristiwa hujan deras disertai angin menyebabkan wilayahnya mengalami banjir di beberapa titik.

“Volume hujannya cukup deras. Masih ada penyumbatan (di sungai dan gorong-gorong),” terang dia.

Sebagai salah satu langkah antisipasi, pihaknya sudah menerjunkan satgas khusus untuk membersihkan gorong-gorong dan air sungai dari sampah dan sedimen.

“Nanti, kami akan menambah jumlah personel untuk satgas gerakan angkut sampah dan sedimen (gass),” papar dia.

Sementara, terkait rencana pembuatan sudetan di kawasan Soekarno-Hatta, masih menunggu tindaklanjut dari Provinsi Jawa Timur.

“Insya Allah, tahun ini clear. Kalau untuk di kawasan Kedawung, kami nunggu penyerahan dsri kurator,” papar dia.

Sedangkan terkait tanah longsor, banyak terjadi di permukiman warga yang terletak di bantaran sungai.

BACA JUGA: Kota Malang Dilanda Banjir dan Pohon Tumbang, Ini Kata BPBD

“Nanti akan kami beri bantuan sosial bagi warga terdampak longsor,” imbuh dia.

Sedangkan untuk bencana pohon tumbang, pihaknya sudah memiliki deteksi khusus, yakni dengan memasang barcode pada masing-masing pohon.

“Namun, karena kemarin anginnya kencang, ada 16 pohon yang roboh. Kami sudah berupaya untuk melakukan pemotongan pohon yang sudah tua,” pungkas dia.(nda/lna)