Kepemimpinan Dewanti Kurang 2 Tahun, Legislatif Klaim Capaian RPJMD Kota Batu Belum Optimal

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud berharap Wali Kota Batu menyelasaikan program-program prioritas yang dituangkan dalam RPJD Kota Batu 2017-2022
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Kalangan legislatif menyoroti RPJMD Kota Batu 2017-2022. RPJMD Kota Batu yang menuangkan visi-misi kepala daerah dalam jangka waktu lima tahun itu masih belum sepenuhnya dikatakan optimal. Terlebih masa kepemimpinan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko hanya menyisakan dua tahun kepemimpinan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud memberi contoh salah satu sorotan terhadap RPJMD Kota Batu, yakni revitalisasi Pasar Besar Batu. Sorotan itu difokuskan pada kejelasan anggaran pembangunan Rp 200 miliar yang bersumber dari APBN.

Baca Juga

“Sehingga soal relokasi kami berharap jangan dilakukan dulu sebelum dana pembangunan pasar apakah sudah masuk ke RAPBN atau APBN tahun 2021 dari pemerintah belum ada penjelasan, maka jangan direlokasi dulu,” katanya.

Politisi Golkar itu meminta kepada Tim Percepatan Pembangunan Pasar Besar untuk saling berkolaborasi. Tanggung jawab sepenuhnya jangan hanya dibebankan pada Diskumdag semata. Apalagi pembangunan megaproyek sangat dibutuhkan kerja lintas sektoral.

Semisal terkait amdal yang berada di kewenangan DLH, serta dibutuhkan keterlibatan Dinas Pariwisata, mengingat pasar ini digadang-gadang sebagai destinasi wisata baru di Kota Batu.

“Sehingga konsep Pasar Besar yang telah dirumuskan bisa benar-benar matang terealisasi,” imbuh dia.

Selain revitalisasi Pasar, pihaknya juga menyoroti proyek pembangunan jalan tembus penghubung Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan dengan Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik. Lalu pembangunan jalan tembus jalan tembus Pendem – Dadaprejo, Pandanrejo-Sisir hingga Temas dan lainnya.

“Kami berharap tahun ini (2021), itu sudah selesai semua,” katanya.

Didik juga menilai revitalisasi dan penataan kawasan GOR Ganesha Alun-alun Kota Batu belum bisa terealisasi. Pemkot Batu berkeinginan agar kawasan itu menjadi pusat ekonomi dan pelayanan publik terintegrasi.

Sehingga Pemkot Batu menggulirkan wacana untuk membangun GOR Ganesah setinggi 5 lantai. Rencananya tempat tersebut akan digunakan sebagai tempat olah raga, wisata kuliner serta mendisplay produk UMKM. Namun semuanya itu hanya sekedar retorika semu semata.

“Sebab statusnya dari milik Gudang Garam ke Pemkot Batu belum diserahkan,” katanya.

Di bidang pendidikan juga sama. Rencana pembangunan gedung SDN Sumber Brantas terganjal. Ganjalan itu karena tanah hibah dari masyarakat belum diserahkan ke Pemkot Batu.

“Tetapi akan ada progres yakni pelebaran jalan masuk dan plengsengan itu kami anggarkan,” imbuh dia.

Begitu juga dengan rencana pembangunan gudang pangan yang dilengkapi dengan cold storage untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian juga terdapat kendala.

“Tempatnya sudah pernah diwacanakan di Junrejo tetapi ada penolakan, alasannya karena pertanian didominasi di wilayah (Kecamatan) Bumiaji,” katanya.

Untuk pembangunan gedung perpustakaan tingkat kota dia menjamin akan dibangun pada tahun 2021 ini di bekas gedung Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang di Jl Kartini.

Kota Batu mengagendakan 10 program prioritas yang dituangkan dalam RPJMD 2017-2022. Program lainnya yang dituangkan dalam RPJMD itu meliputi penataan kawasan Paralayang Gunung Banyak berstandar internasional direncanakan bekerjasama dengan sektor swasta, pihak perhutani dan masyarakat.

Serta pembangunan kereta gantung Kota Batu, sebagai terobosan terintegrasi permasalahan pariwisata dan transportasi.

BACA JUGA:

Selain hal tersebut, ada pula pemantapan dan pemberdayaan pembangunan desa. Sebuah upaya untuk mempercepat capaian pemerataan pembangunan di wilayah Kota Batu melalui kemandirian desa dengan konsep desa agrowisata.

“Untuk Puskesmas Bumiaji 2 tanahnya juga belum jelas seperti apa. Kami harap keseriusan Pemkot Batu terutama pemimpin daerah dalam menyelesaikan RPJMD 2017-2022 segera terselesaikan,” ungkap dia. (wok)