Kembang Kempis Nasib IKM Sandal Kulit Jejeruk Magetan

  • Whatsapp
perajin sendal kulit
Perajin sandal kulit Magetan sepi order. (foto: yanto/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Lingkungan Jejeruk Desa Candirejo Kecamatan Kabupaten Magetan Jawa Timur sejak dahulu sudah menjadi sentra usaha pembuatan sandal kulit Jejeruk khas Magetan. Sandal taslir yang terbuat dari kulit sapi disamak secara nabati ini, selalu menjadi oleh oleh wajib bagi pemudik maupun wisatawan yang berlibur ke Magetan. Namun nasibnya kini ditengah pandemi COVID-19, kembang kempis. Sejak merebaknya wabah corona, meraka tidak lagi mendapat pesanan. Tercatat ada sebanyak 34 perajin merumahkan pekerja mereka.

BACA JUGA: Modis Tapi Ramah Lingkungan? Coba Sandal Jepit dari Alga

"
"

Baca Juga

"
"

Kepada nusadaily.com para perajin tersebut mengisahkan bahwa sudah 4 bulan ini ngangur. Mereka bertahan dari pesanan pesanan online yang tidak selalu ada setiap hari. Sebagian memilih membuat anyaman bambu bertahan hidup.

Ditanya apakah selama ini sudah terima bantuan stimulus dari pemerintah baik pusat atau daerah. Mereka mengaku belum pernah sama sekali. “Belum pernah sama sekali mas, bertahan saja selama ini, dengan membuatkan pesanan online, ya kadang ada kandang nggak,”  terangnya Somo Warni salah satu perajin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hadirnya pemerintah di tengah-tengah mereka saat ini sangat diharapkan. Solusi apa untuk keluar atau bertahan saat kembang kempis sangat mereka butuhkan.

Syukur syukur ada bantuan usaha, atau stimulus pinjaman lunak. Sekitar dua juta atau dua juta setengah saja sudah cukup. Atau solusi terbaik untuk kami. Pemkab Magetan mewajibkan seluruh ASN yang ada memakai  produk sandal kulit jejeruk,”  paparnya.

BACA JUGA: Gara-Gara Sandal Jepit, Siswa di Trenggalek Ini Raup Duit

Kondisi sulit bagi perajin sandal kulit jejeruk saat ini juga diamini oleh Ketua paguyuban pengrajin sandal, Hadi Purnomo. Ia mengaku hanya bisa bertahan, kondisi ini bila dibiarkan terus menerus tanpa ada kehadiran negara untuk keluar dari kondisi ini. Maka kebangkrutan IKM di Kabupaten Magetan tinggal menunggu hari.

Pihaknya berharap kepada Pemkab Magetan untuk segera turun dilapangan. Segera hadir ditengah tengah perajin, untuk memberikan solusi atas kesulitan yang dialaminya. Saat usaha Industi Kecil Menengah atau IKM di Magetan bisa terancam bangkrut akibat dampak covid 19,” pungkasnya. (nto/aka).

Post Terkait

banner 468x60