Kelompok Tani Trenggalek Keluhkan Pupuk Bersubsidi yang Mulai Langka

  • Whatsapp
Kelompok Tani Kecamatan Munjungan beraudiensi dengan distributor di kantor DPRD Trenggalek.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-TRENGGALEK- Sebanyak 63 kelompok tani di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga

Demi mendapatkan pupuk kembali, perwakilan dari beberapa kelompok tani dari Munjungan mendatangi kantor DPRD Trenggalek untuk menyampaikan unek-uneknya.

“Hingga pekan kedua setelah masa tanam padi, kami belum mendapat jatah pupuk sama sekali. Ada 63 kelompok tani di (Kecamatan) Munjungan menangis karena ini,” ucap Sunyoto, Ketua Kelompok Tani Sri Handayani, Kecamatan Munjungan, Selasa (22/9/2020).

Setelah mendapat waktu untuk beraudiensi dengan distributor di kantor DPRD Trenggalek. Rombongan petani dari Munjungan meminta bantuan agar pupuk bersubsidi bisa segera turun ke petani. Sehingga para petani bisa bercocok tanam kembali dan tidak terjadi gagal panen.

“Distributor bilang sudah ada pupuknya, tinggal menyalurkan. Kalau kebutuhan perkelompok tani minimal 15 ton. Satu kelompok tani rata-rata mengolah lahan seluas 20-25 hektare.” jelasnya.

Tersendatnya penyaluran pupuk bersubsidi tersebut di akibatkan oleh administrasi yang berbelit. Agar mendapatkan pupuk bersubsidi para petani perlu menggunakan Kartu Tani.

Aturan ini berbeda dengan sistem penyaluran tahun-tahun sebelumnya.
Sementara, banyak petani di Munjungan yang tidak punya kartu tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek Pranoto, mengatakan telah memfasilitasi agar pupuk bersubidi bisa tersalur ke petani dengan penekanan khusus dan pentani tidak merasa di persulit.

“Terhambatnya penyaluran pupuk akibat petani belum memahami secara utuh proses pengajuan. Sehingga perlu ada kearifan lokal untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan demikian, kelompok tani tetap bisa mendapat pupuk tanpa harus memakai Kartani.”

Meski demikian, mereka tetap harus mengajukan dengan pendampingan. Sehingga dalam waktu maksimal dua hari pupuk sudah didistribukan ke kelompok-kelompok tani.

“Sebab pupuk ada di produsen, tinggal kelompok tani mengajukan. Sekarang bisa mengajukan manual,” tutupnya. (aby/aka)

Post Terkait

banner 468x60