Kelas Tatap Muka SMP TNH Sepi Murid, Hari Ini Baru Guru SD divaksin

  • Whatsapp
Caption : Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP swasta favorit Kota Mojokerto, Taruna Nusa Harapan (TNH) Foto : (din)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP swasta favorit Kota Mojokerto, Taruna Nusa Harapan (TNH) hanya di ikuti sejumlah siswa. Lantaran, mayoritas wali murid masih enggan memberikan izin untuk belajar secara offline tersebut.

Kepala Sekolah SMP TNH B.S. Soelistyawati Udhayani mengatakan dari hasil survey yang dilakukan pihak sekolah melalui akun google form pada bulan Februari kemarin, mayoritas wali murid masih ragu memberikan izin pembelajaran langsung di kelas.

“Hanya 15 persen saja yang setuju, sisanya 85 persen masih menginginkan pembelajaran melalui daring atau online,” paparnya, Rabu, 3 Februari 2021.

Soelis sapaannya menjelaskan, jika keengganan wali murid memberikan izin ini dikarenakan belum adanya kepastian vaksinasi Covid-19 bagi guru SMP Swasta di Kota Mojokerto.

“Hingga hari ini kita belum diberi jadwal vaksinasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. Kalau yang SMP Negeri memang sudah, tapi yang swasta masih belum,” ujarnya.

Soelis merinci, jumlah total kelas di SMP TNH saat ini sebanyak 11 kelas, dengan jumlah total siswa sebanyak 338 orang. Itu termasuk siswa reguler dan kelas nasional plus (Nasplus).

“Dari jumlah tersebut, hanya 55 siswa yang mengikuti PTM. Dengan rincian, siswa kelas VII sebanyak 18 siswa, kelas VIII sebanyak 21 siswa dan Kelas IX sebanyak 16 siswa,” bebernya.

Ia menyebut, pembelajaran daring dan luring ini dilaksankan secara bersamaan. Dimulai dari pukul 6.45 WIB hingga 10.05 WIB tanpa adanya jam istirahat.

“Jadi saat mengajar di kelas, guru juga membawa laptop untuk melayani pembelajaran daring di rumah melalui aplikasi zoom meeting. Sehingga pelajaran yang didapat di kelas dan di rumah, materinya sama,” tukasnya.

Pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan ketat bagi pembelajaran di kelas ini. Diantaranya, menyediakan alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) lengkap dengan keset yang sudah dibasahi dengan cairan disinfektan, thermo gun, masker dan face shield serta meja yang bersekat plastik.

Untuk Menghindari Kerumunan, Kita Juga Memberlakukan Sistem Bergiliran

“Untuk menghindari kerumunan, kita juga memberlakukan sistem bergiliran. Yakni, satu minggu untuk kelas VII dan minggu berikutnya untuk kelas VIII serta IX. Ini juga agar wali murid tidak bingung terkait jam masuk putra-putrinya,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Amin Wachid menjelaskan pelaksanaan vaksinasi terhadap guru di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama swasta dijadwalkan hari ini, Rabu, 8 Maret 2021.

Diantaranya, SMPIT Permata sebanyak 44 guru, SMP Mambaul Ikhsan 11 guru, MTS Nurul Jadid 12 guru, SMP PGRI 19 guru, SMP Taman Siswa 49 guru, SMPN 25 guru, dan MTS Nurul Jadid hanya dua guru.

Selain itu, untuk lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) TNH di Kota Mojokerto masih menunggu jadwal dari Dinkes atas ketersediaan vaksin Sinovac.

“Kalau yang SD TNH vaksinnya hari ini dan besok. Pastinya semua guru swasta dan negeri di Kota Mojokerto dilakukan vaksinasi,” pungkasnya. (din/aka)