Kejari Ponorogo OTT Kasus Rekayasa Korupsi Ketua LMDH

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Pendamping Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) berinisial LA, warga Jalan Mawar, Kelurahan Nologaten Kabupaten Ponorogo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Negeri Ponorogo, Pada Selasa 4 Agustus 2020. OTT tersebut terkait pemerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap Sujono, selaku Ketua LMDH, wilayah Wonoharjo, Kecamatan Mlarak Ponorogo.

Modus pelaku menyampaikan berita bohong, jika korban terjerat kasus korupsi bantuan benih jagung tahun 2019 silam. Melihat korbannya ketakutan, pelaku memberikan solusi dengan menjanjikan dapat membebaskan dari jeratan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Ponorogo.

"
"

Baca Juga

"
"

Kajari Ponorogo Khunaifi Al Humami kepada Nusadaily.com mengatakan, tersangka LA ini sengaja membuat surat panggilan yang dipalsu mengatasnamakan Kejaksaan Negeri Ponorogo kepada ketua LMDH. Seolah-olah akan diproses perkara korupsi atas pengadaan benih jagung tahun 2019. Sedang Kejaksaan Ponorogo selama ini tidak pernah menangani perkara tersebut.

“Berbekal surat panggilan palsu tersebut,  korban sempat mendatangi Kejaksaan Negeri Ponorogo pada tanggal 16 Juli 2020. Namun pelaku menecegat korban di pintu gerbang, sembari menunjukkan dokumen yang dipalsukan lagi. Berisi pembebasan kasus yang menjerat korban. Selain itu pelaku juga memberikan kwitansi senilai Rp 24 juta sebagai tanda pembayaran atas pembebasan kasus itu,” terang Kajari.

Saat itu, lanjut Kajari, korban sempat memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada pelaku. Merasa ada yang janggal, korban berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Kejari Ponorogo.

“Dan hari ini, kita lakukan Operasi Tangkap Tangan. Pada saat pelaku menerima uang sebesar Rp 6 juta dari orang suruhan korban di sebuah kafe di jalan Pramuka,” ungkapnya.

Tetapkan Sebagai Tersangka

Saat ini barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka yakni berupa kwitansi berstempel Kejari Ponorogo dengan tanda tangan Kasi Pidsus. Serta uang tunai Rp 6 juta dan surat panggilan palsu serta sejumlah dokumen lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku kita tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

LA langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada rutan kelas II Ponorogo  guna pemeriksaan lebih lanjut. Serta untuk pertanggungjawabkan perbuatanya di atas. (nto/top)

Post Terkait

banner 468x60