Kejari Periksa Dugaan Korupsi Mantan Bupati Jember Faida

  • Whatsapp
jember faida
Mantan Bupati Jember, Faida di Kantor Kejari Jember. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Mantan Bupati Jember, Faida sedang menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri Jember di Jalan Karimata, Sumbersari pada Senin, 1 Maret 2021.

Hal ini terkait dengan tengara rasuah pada aliran dana APBD Jember ke rumah sakit Bina Sehat yang notabene milik keluarga Faida. Disinyalir, terjadi penyimpangan berkenaan dengan konflik kepentingan antara jabatan selaku kepala daerah dengan bisnis pribadi atau keluarga.

Baca Juga

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Prima Idwan Mariza menjelaskan, Faida masih diperiksa secara intensif oleh penyidik dan masih berada di ruang pemeriksaan hingga terpantau pada jam 15.19 WIB sore ini.

BACA JUGA: Lupakan Sejenak Para Kritikus yang Membosankan, Simak Saksi Bisu Peninggalan Kelam Era Bupati Faida

“Ya, masih disana dari pagi tadi. Terkait Bina Sehat. Ada beliau. Nanti (lebih detail) ke Pidsus sama Kasi intel ya,” kata jaksa yang sedang menuju proses bertugas sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu.

Sementara ini, Kasi Pidsus, Setyo Adhy Wicaksono dan juga Kasi Intelijen, Agus Budiarto belum bisa ditemui oleh awak media. “Maaf, masih ada kegiatan di dalam mohon ditunggu,” ujar seorang penjaga di kantor kejaksaan.

Faida dilaporkan pengacara bernama Agus Mashudi yang sebelumnya pernah mengajukan gugatan ke pengadilan, sehingga memperoleh data lengkap perihal dana yang mengalir dari APBD ke RS Bina Sehat.

“Kami menduga adanya penyalahgunaan dan penggelapan APBD yang dilakukan oleh Faida bersama Ketua Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat yang tidak lain Abdul Rochim, suami Faida. Dananya sebesar Rp570 juta,” beber Agus.

Dia mengungkapkan, pemberian anggaran tersebut melanggar PP nomor 58 tahun 2005, dan Permendagri nomor 13 tahun 2006 yang diperbaharui dengan Permendagri nomor 21 tahun 2011. Agus menekankan agar pihak kejaksaan serius menindaklanjuti laporannya demi memenuhi rasa keadilan publik.

BACA JUGA: Misi Gubernur Khofifah Berangus Posisi Liar Pejabat-Pejabat Tinggalan Faida, Perlawanan Mencuat

Ikhwal dana Rp570 juta tersebut bermula dari proposal permohonan bantuan hibah operasi gratis yang diajukan Yayasan RS Bina Sehat kepada Pemkab Jember. Faida kemudian malah mencairkannya lewat pos anggaran bantuan operasional Bupati dan Wakil bupati.

Tindakan yang demikian dilaporkan ke aparat penegak hukum karena Agus meyakini telah mengandung unsur tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme. (sut)