Keindahan Pantai Permata Pilang Probolinggo Tak Pudar, Cocok untuk Wisata New Normal

  • Whatsapp
Pantai Permata Pilang Probolinggo
Pantai Permata Pilang Probolinggo yang tengah menyiapkan skema pembukaan setelah lama ditutup.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PROBOLINGGO- Wisata edukasi konservasi Pantai Permata Pilang di Kota Probolinggo sudah buka, keindahannya tak pudar. Tatanan kehidupan normal baru atau new normal membuat sejumlah destinasi wisata berbenah.

Pantauan NusaDaily.com pada Minggu, 28 Juni 2020, wisata yang terletak di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan ini mulai uji coba dibuka. Sebelumnya, 4 bulan yang juga wisata ekologi ini tutup karena pandemi COVID-19.

Baca Juga

Hanya saja, kesiapan itu dilengkapi dengan berbagai upaya pemenuhan protokol kesehatan. Sebab, besok Senin, 29 Juni 2020 dijadwalkan akan ada verifikasi dari Gugus Tugas COVID-19 Kota Probolinggo.

Menurut Sekretaris Tim Kerja Pantai Permata Pilang Probolinggo (TKP4) Sulastri, verifikasi diakukan untuk memastikan. Apakah Pantai Permata Pilang diperboleh buka atau tetap tutup. Atas hal itu, pihaknya menyiapkan beberapa hal.

Seperti menyediakan wastafel , banner anjuran protokol kesehatan, termasuk meminta pengunjung menggunakan masker. Begitu juga dengan physical distancing antar pengunjung juga disiapkan.

“Untuk verifikasi besok, sejumlah hal kami siapkan yakni protokol kesehatan dan sejumlah papan informasi. Ini kita lakukan secara swadaya bersama warga atau TKP4 yang terdiri berbagai unsur, “jelas Sulastri kepada induk imperiumdaily.com ini.

Pantai Permata Pilang Dinilai Potensial

Pantai Permata Pilang merupakan destinasi wisata yang sangat potensial. Pantai ini, terdiri dari beberapa wahana yang cukup menjadi pilihan pengunjung didalamannya.

Diantaranya, aneka pohon mangrove dan bakau, pohon cemara udang untuk spot foto, perahu , sejumlah gazebo, lahan kemah, hingga wisata mencari kerang.

Salah satu pengunjung Yulius Christian mengatakan, Pantai Permata Pilang dinilai punya daya tarik tersendiri. Sebab, kondisinya dinilai alami dan natural.

“Suasananya bagus, untuk bersepeda juga bagus tapi untuk fun ya bukan jenis sepeda sport. Apalagi udaranya bagus, ini sangat cocok untuk menguatkan imun dikala COVID-19,” kata warga Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran ini.

Hanya saja , ia berharap agar sejumlah fasilitas memang perlu ditingkatkan. Seperti spot foto yang bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Pantai Permata Pilang Probolinggo
Pohon Cemara Udang yang menjadi favorit para pengunjung.

Perlu diketahui , dengan luas 80 hektare, Pantai Permata Pilang dulunya lahan hutan mangrove. Namun erupsi Bromo pada 2011 silam, membuat hutan Mangrove di Muara Avour Pilang mengalami perubahan ekologi pantai. 

Efeknya, terjadi pendangkalan sungai dan pantai di kawasan Pantai Pilang dan Ketapang. Termasuk pantai yang saat ini dikenal masyarakat sekitar sebagai Pantai Permata di Pilang.

Ada sekitar 8 hektare pohon bakau tertutup pasir hitam. Sehingga, sebagian besar tanaman bakau di Pantai Permata pun mati secara alami. 

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, hamparan mangrove jadi layaknya padang rumput dan semak. Sebagian hutan mangrove menjadi gumuk pasir atau hamparan pasir gersang.

Sehingga, faktor alam tersebut membuat Pantai Permata Pilang menjadi indah, bak Permata yang terlahir dibalik erupsi Bromo. Hamparan pasir menjadikan spot-spot foto menarik. Belum lagi beberapa hewan laut seperti kerang, tebalan yang kerap dijadikan edukasi cara mencarinya.(ras/cak)

Post Terkait

banner 468x60