KBM Tatap Muka Sumenep Bakal Diaktifkan Kembali

  • Whatsapp
belajar sumenep
Surat Keputusan Hasil Rapat Koordinasi. (istimewa)

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur dalam waktu dekat akan kembali diaktifkan. Dimana sebelumnya seluruh lembaga pendidikan diwajibkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena akibat pandemi Covid-19.

Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kemenag Sumenep serta cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Sumenep pada 21 Januari 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Disdik Sumenep Belum Bisa Pastikan PTM Pasca Uji Coba PJJ

Rapat tersebut menghasilkan keputusan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2021 untuk PAUD/TK/SD, SMP.

“Intinya kita ingin agar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dalam rangka untuk mendapatkan gambaran efektivitas proses pembelajaran yang ada di kabupaten Sumenep,” H. Mohammad Iksan, Plt. kepala Dinas Pendidikan Sumenep. Senin 25 Januari 2021.

Pelaksanaan PTM, lanjut Iksan, akan dilakukan dengan bekerja sama antara satuan pendidikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan agar tidak muncul klaster baru pasca di bukanya PTM.

“Tentunya semua lembaga pendidikan yang melaksanakan PTM ini wajib mematuhi protokol kesehatan agar tidak muncul klaster baru di era pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara, Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Zainurrosi mengatakan dibukanya kembali PTM dalam waktu dekat ini, atas dasar persetujuan hasil keputusan rapat koordinasi instansi terkait di Kantor Dinas Pendidikan Sumenep pada tanggal 21 Januari 2020.

“Uji coba PTM akan dimulai dari hari Selasa tanggal 26 Januari ini. Tetapi dalam prakteknya tetap harus mengikuti protokol kesehatan (Prokes),” katanya.

BACA JUGA: Dewan Pendidikan Sumenep Nilai PJJ Kurang Efektif

Berdasarkan hasil keputusan itu, kata dia, apabila dalam pelaksanaan PTM nanti ditemukan atau terdapat siswa yang terkonfirmasi Covid-19 dan menyebabkan peningkatan penularan, maka akan ditutup kembali dan diwajibkan melaksanakan PJJ.

“Kalau dalam uji coba PTM ini nanti ditemukan siswa yang terkonfirmasi Covid-19, maka akan ditutup kembali dan diwajibkan melaksanakan PJJ,” tutupnya. (nam/lna)