Kasus Rolis Sanjaya LSM GPN Jadi Kajian Serius KJJT

  • Whatsapp
Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam forum kajian rutin Rabu 24 Juli 2020, malam. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kasus Rolis Sanjaya, dijadikan kajian serius dari sisi keilmuan jurnalistik oleh Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam forum kajian rutin Rabu 24 Juli 2020, malam.

Kajian jurnalistik rutin bak kuliah di kampus ini, dipimpin Noor Arif, wartawan senior, di Warkop Mbah Cokro, Sidosermo, Prapen, Surabaya.

"
"

Baca Juga

"
"

Menurut Arif, kasus Rolis Sanjaya membawa dampak beragam. Mulai dari soal hukum, komunikasi, sosial, politik, ekonomi dan kewartawanan.

BACA JUGA: Wartawan vs LSM, Komunitas Jurnalis Jawa Timur Sikapi Video Oknum LSM Sebut “Wartawan Tai”

Malam itu, kasus Rolis diurai, dan dibedah. Pisau analisanya meliputi berbagai sudut pandang keilmuan baik hukum, politik dan ekonomi.

“Kita bersyukur materi kajian kita malam ini, dihadiri oleh sumber otentik Rolis Sanjaya, silakan anggota KJJT bertanya, konfirmasi, dan menyampaikan analisanya,” ujar wartawan Memorandum ini.

Beragam pertanyaan pun mengalir. Sesi kajian dialog berlangsung semangat. Wartawan muda dan pemula, hingga senior saling melontarkan analisanya.

Tak sedikit yang mengonfirmasi terkait masalah utama, sehingga memicu ketidakpuasannya di YouTube, soal legalitas usaha, dan soal politik terkini di Sampang.

Tak hanya itu kajian kian menarik, ketika Gatot – wartawan senior Surabaya- ini rencananya akan mengkonfirmasi kepada si penulis melalui handphone. Namun saat dihubungi berkali – kali tidak diangkat.

“Atas izin forum kajian keilmuan ini kami akan mengontak penulisnya, bagaimana keterangannya sehingga bisa dijadikan ilmu bagi anggota KJJT,” ujar Gatot.

Sementara itu, Rolis Sanjaya, yang diberi kesempatan, tak menyia nyiakan waktu untuk segera meminta maaf kepada seluruh wartawan.

Kata dia, video yang beredar telah terpotong sehingga seolah “wartawan tai” mengena secara umum.

“Saya masih ada rekamannya, bahwa video full itu ada kata yang bermakna tertuju ke oknum, yakni wartawan ini, wartawan yang nulis ini, wartawan media ini,” akunya.

Rolis juga meminta maaf secara pribadi dan organisasi LSM Generasi Peduli Negeri, bahwa tidak ada niat memusuhi, menghina dan melecehkan wartawan atau profesi mulia ini.

“Profesi wartawan mulia. Saya siap mau diapakan saja. Tolong maafkan kami. Saya adalah kalian. Kalian adalah saya. Maka saya Rolis memohon maaf atas kekhilafan saya,” ujarnya.

Di sisi jurnalistik lainnya, Isma HR dari Nusadaily.com, mengurai kenapa sampai terjadi kemarahan narasumber paska produk jurnalistik disiarkan, padahal sudah ada konfirmasi, tanya jawab dengan wartawan di lapangan.

“Respon produk jurnalistik pasti berbeda. Tapi kenapa sampai terjadi kemarahan nara sumber itu pasti ada hal hal yang tidak kita ketahui. Karena wartawan sebelum terjun sudah dibekali dengan berbagai data dan informasi,” ujarnya.

“Pertanyaan saya mohon dijawab agar kita semua bisa mengkaji ilmu dari situ. Kronologi konfirmasi, sampai terbit berita itu sesuatu yang dinamis,” ujar Cakisma, sapaan akrabnya.

Kata dia, ilmu jurnalistik memiliki pisau analisa luas. Sehingga produk jurnalistik di media itu kadang memiliki dampak luar biasa.

Bagaimana teknik di lapangan seorang wartawan menggali data dan informasi lalu mengolah manjadi sajian berita layak tayang, itu terdapat ilmunya tersendiri.

“Saya kira sebenarnya peta muaranya dari kajian kita di persoalan ini,” imbuhnya.

Terakhir, Slamet Maulana alias Ade, motor penggerak sekaligus pendiri KJJT mengatakan secara pribadi telah memaafkan Rolis Sanjaya. Jika dimina atas nama KJJT pun siap memberi maaf secara otentik.

Dari kasus Rolis, ketika profesi wartawan dilecehkan dan dihinakan, Ade mengaku yang terdepan akan melawan.

Apalagi anggota KJJT dikriminalisasi atau disentuh para pihak dia pun akan melawan dengan segala kekuatan.

“Saya kira secara pribadi saya memaafkan, dan memang begitu sewajarnya ketika ada yang meminta maaf. Apalagi susah payah hadir minta maaf,” ujarnya lagi.

Dia berterimakasih karena anggota dari Malang, Ngawi, Sumenep, Sidoarjo, dan sejumlah kota lain mau hadir untuk “kuliah” di KJJT.

Sesuai amanah pendiri yang almarhum Zamzami, KJJT akan membantu masyarakat, media, pemilik media, dan negara ini dengan menghasilkan wartawan handal, paripurna, dan terakreditasi kompetensinya.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60