Kasus Pabrik Senpi Ilegal di Banyuwangi, Polisi Tetapkan 5 Orang DPO

  • Whatsapp
Kasus Pabrik Senpi Ilegal di Banyuwangi, Polisi Tetapkan 5 Orang DPO
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Polisi terus melakukan pengembangan kasus senjata api ilegal yang diproduksi oleh home industri di Banyuwangi. Setidaknya ada lima orang terduga pelaku yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihaknya benar-benar serius mengungkap kasus senpi ilegal ini dari hulu ke hilir. 

Baca Juga

“Kemarin sudah kita amankan 4 orang tersangka, mulai dari pembuat, distributor, dan pembeli. Berdasarkan pendalaman kasus yang kita lakukan, rupanya senpi produksi home industri di Banyuwangi ini sudah diperjual belikan di sejumlah kota,” kata Kapolresta Arman, Rabu 21 April 2021.

Pihaknya pun sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pemilik maupun distributor senpi rakitan tersebut. “Sedang kita buru. Ada lima nama yang sudah kita tetapkan sebagai DPO. Ssmuanya berada di luar Banyuwangi,” ujar Kapolresta. 

Sejauh ini, kata Arman, belum ditemukan adanya transaksi jual beli senpi ilegal tersebut kepada jaringan teroris. “Sementara masih kriminal biasa, belum mengarah ke jaringan teroris. Namun tidak menutup kemungkinan saat pengembangan nanti ditemukan indikasi itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap home industri yang memproduksi senjata api rakitan ilegal. Dalam operasi tersebut sebanyak 4 orang tersangka berhasil diamankan, yakni NM, IPW, AW, dan CS.

Selain menangkap empat orang tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti, diantaranya satu unit senpi modifikasi jenis M16, satu unit senpi modif jenis Lee-Enfield (LE), satu unit senpi modif M16 Singgle, Magazine M16, dan Magazine SS1.

BACA JUGA: Plafon Ruang Tunggu Stasiun Pasarturi Surabaya Dikabarkan Ambruk

Selain itu juga terdapat ratusan amunisi, diantaranya 53 amunisi senjata cis kaliber 22 mm, 40 amunisi tajam kaliber 7,62 mm, 8 amunisi tumpul kaliber 7,62 mm, 59 amunisi kaliber 9 mm, 179 butir kaliber 5,56 mm dan 20 amunisi kaliber 7,62 mm US Karabin 30×30. 

Kasus ini mendapat atensi khusus dari Polda Jawa Timur. Bahkan, Direktorat Pidana Umum Polda Jatim akan membackup penuh Polresta Banyuwangi dalam pengembangan kasus ini.

Sebab tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan aparat dalam industri senpi illegal ini, mengingat senjata yang mereka hasilkan memiliki kualitas layaknya senpi kalangan militer. Termasuk juga dugaan senpi tersebut dipasok untuk kepentingan jaringan teroris. 

“Masih kita dalami (kemungkinan keterlibatan aparat dan jaringan teroris). Direktorat Pidana Umum Polda Jatim akan membackup penuh dalam pengembangan kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Komnes Pol Gatot Replik Handoko saat pers rilis di Mapolresta Banyuwangi, Sabtu 10 April 2021 lalu. (ozi/kal)