Kado HUT ke-19 Kota Batu, Pemkot Realisasikan UHC

  • Whatsapp
UHC pemkot batu
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (dua dari kiri) berpose saui penyerahan secara simbolis kartu BPJS Kesehatan kepada warga Kota Batu yang belum menjadi peserta melalui UHC Program JKN-BPJS Kesehatan
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Pemkot Batu ingin memberikan kado istimewa kepada warga pada usia 19 tahun. Kado berupa penyerahan kartu BPJS Kesehatan bagi warga Kota Batu yang belum terdaftar program jaminan kesehatan nasional (JKN) ini.

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, Pemkot Batu bersama BPJS Kesehatan merealisasikan universal health coverage (UHC) kepada warga Kota Batu yang belum terdaftar BPJS Kesehatan. Mereka didaftarkan kepesertaan kelas III.

Baca Juga

“UHC sudah dilaksanakan sejak awal Oktober lalu. Terpenting saat ini, harus tetap menjaga perilaku hidup sehat,” ujar dia usai menyerahkan kartu BPJS secara simbolis saat Launching UHC JKN-BPJS Kesehatan (Rabu, 14/10) dilansir Nusadaily.com.

Layanan JKN-BPJS Kesehatan ini bisa dimanfaatkan di fasilitas kesehatan di Kota Batu yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Nantinya, Pemkot Batu juga akan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini difokuskan pada pekerja Kota Batu yang tercantum dalam daftar terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Tercatat warga Kota Batu sebesar 213 ribu jiwa. Dari jumlah populasi itu, diketahui tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Batu mencapai 96,71%. Hanya menyisakan sebagian kecil saja agar seluruh warga terdaftar kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata mengatakan, terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2020, masih ada 5000 jiwa yang belum terdaftar BPJS Kesehatan. Hal ini lantaran terkendala NIK yang perlu disinkronkan, antara Dispendukcapil Kota Batu dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Karena rujukan utama BPJS Kesehatan mengacu pada data NIK di Pemerintah Pusat. Dina menambahkan, dari 5000 jiwa itu, yang belum disinkronkan sebanyak 2000 jiwa. Sedangkan 3000 jiwa telah disinkronkan. 

“Berharap ada penambahan kepesertaan Kota Batu agar mendekati 100 persen TMT 1 November. Masyarakat yang belum terdaftar juga bisa segera mendaftar,” imbau Dina.

Lebih lanjut, ia mengatakan, data yang masuk per 1 Oktober 2020 masih dilakukan proses pencetakan fisik kartu. Kurang lebih ada 58 ribu yang masih proses cetak dan selanjutnya akan didistribusikan.

“Meski belum menerima fisik kartu, penduduk Kota Batu bisa mengakses faskes dengan KTP. NIK nya akan diidentifikasi melalui aplikasi BPJS Kesehatan di faskes. Kalau dia terdaftar nanti namanya muncul,” papar dia.

UHC JKN BPJS Kesehatan ini merupakan amanat dari Walikota Batu Dewanti Rumpoko agar warga Kota Batu mendapat jaminan kesehatan nasional. Mereka yang belum terdaftar akan didaftarkan sebagai peserta kelas III yang iurannya akan ditanggung pemerintah daerah. Warga yang didaftarkan bukan hanya keluarga pra sejahtera, tapi juga keluarga berkategori sejahtera.

“Nanti kalau merasa mampu, peserta bisa pindah kelas. Sehingga ini memicu agar masyarakat bisa ikut BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, ada 5000 jiwa peserta mandiri yang memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan. Dina memberikan opsi, kepada mereka yang menunggak bisa beralih ke kelas III. Proses peralihan ditangani Dinkes dan Dinsos. Peralihan kelas bisa mengajukan laporan peralihan ke dua instansi tersebut.

“Kemudian data laporan dikirimkan kepada BPJS Kesehatan. Dan bisa pindah ke kelas III yang iurannya ditanggung pemda,” terang Dina. (wok/adv/wan)

Post Terkait

banner 468x60