Kades Ngujung Magetan Tersandung Tanah Kas Desa

  • Whatsapp
Salah satu bidang tanah kas desa yang diduga sudah digarap penyewa, ditanami melon. (Riyanto/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MAGETAN- Kepala Desa Ngujung Kecamatan Maospati Magetan dilaporkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat kepada Bupati Magetan Suprawoto. Laporannya atas dugaan sewa menyewa tanah kas desa atau tanah bengkok.

Totalnya diduga sebanyak 6 bidang tanah eks- pamong tanpa melalui mekanisme yang benar. Dalam surat laporan BPD tertanggal 2 Juli 2020 tersebut menyebutkan bahwa atas aspirasi dan masukan masyarakat, BPD mengkaji dan meneliti aduan. Kemudian menemukan adanya indikasi tidakan yang merugikan keuangan negara dalam hal ini desa.

"
"

Baca Juga

"
"

Kepala Desa Ngujung diduga telah menyalahgunakan kekuasaan, atas sewa tanah eks bengkok tanpa melalui mekanisme yang benar. Dalam surat laporanya tersebut BPD juga sudah memberikan peringatan kepada Kepala Desa untuk mengembalikan uang sebesar Rp 49 juta dari hasil penjualan bengkok, hingga tanggal 30 Juni lalu.

Namun peringatan itu tidak diindahkan oleh Kades. Lantaran tidak ada itikad baik dari Kepala Desa, selanjutnya BPD melaporkanya kepada Bupati Magetan Suprawoto. Tembusan Inspektur Inspektorat Magetan, Kepala Dinas PMD dan Camat Maospati.

Dikonfirmasi terpisah Selasa 7 Juli 2020, Plt. Inspektur Inspektorat Magetan, Imam Fauzi, kepada nusadaily.com membenarkan telah terima surat tembusan dari BPD desa Ngujung. Atas aduan di atas.

“Surat laporannya dan tembusan sudah sampai di Inspektorat. Saat ini tim inspektorat masih menunggu disposisi Bupati untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penjualan tanah kas desa secara sepihak oleh Kapala Desa Ngujung,” terangnya.

Sementara itu, Beni Ardi, Direktur LSM MAGETAN CENTER Corruption Watch, mendesak Bupati Magetan Suprawoto untuk menindak tegas oknum kades yang menyewakan aset desa tanpa mekanisme dan prosedur yang benar.

“Ini sudah dapat dikatagorikan tindakan korupsi,” tegasnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Nusadaily.com sudah beberapa kali mencoba untuk menemui Kades Ngujung untuk konfirmasi terkait ini. Namun kepala desa sedang tidak berada di kantor, salah satu staf desa mengatakan Kades sedang keluar. Hingga berita ini ditayangkan Kades belum dapat dimintai keterangannya(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60