Jumlah Kasus Aktif Menurun, SE Wali Kota Batu Perpanjangan PPKM Diterbitkan

  • Whatsapp
Forkopimda Kota Batu mengikuti rapat evaluasi pemberlakuan PPKM bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang digelar secara daring.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu mengalami peningkatan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid pertama.

Baca Juga

Dari data yang dirilis Satgas Covid-19 Kota Batu, kasus terkonfirmasi sebanyak 1008 orang, sebelum diberlakukannya PPKM. Saat ini per 26 Januari, kasus terkonfirmasi sebanyak 1154 orang. Angka prosentase kasus aktif terhitung 1 persen. Tingkat kesembuhan 91 persen. Dan tingkat kematian 8 persen.

Wakil Wali Kota Batu, Pujul Santoso mengatakan, jumlah itu merupakan angka positif secara keseluruhan sejak awal pandemi. Meski angka terkonfirmasi positif Covid-19 masih mengalami kenaikan yang signifikan.

Namun, dengan adanya PPKM ini angka kesembuhan Covid-19 di Kota Batu juga mengalami peningkatan. Dari jumlah pasien positif 1154 terdapat 1047 pasien yang telah sembuh.

“Ini berarti, kurang lebih ada 91 persen pasien positif Covid-19 di Kota Batu yang mengalami kesembuhan. Sedangkan untuk pasien aktif, saat ini tinggal 1 persen,” katanya.

Punjul berpendapat, kasus fatalitas akibat Covid-19 di Kota Batu termasuk tinggi. Yakni mencapai 95 orang yang meninggal dunia. Ia berpendapat demikian karena membandingkan dengan jumlah penduduk Kota Batu sejumlah lebih 200 ribu jiwa.

“Dengan angka kematian sebesar 8,41 persen maka sudah bisa dikatakan tinggi,” terangnya.

Pihaknya juga mengatakan, PPKM selama dua minggu terdapat penurunan jumlah kasus aktif. Dari yang sebelumnya 5,2 persen kasus per harinya. Setelah PPKM mengalami penurunan menjadi 3,2 persen per harinya.

Dengan rincian, dari sebelum PPKM terdapat 36 kasus aktif. Sedangkan setelah PPKM turun menjadi 20 kasus aktif. Tak hanya itu, dengan adanya PPKM ini kasus kesembuhan juga mengalami peningkatan, dari yang mulanya 4 persen. Setelah PPKM menjadi 5,8 persen kasus kesembuhannya.

“Selain itu, untuk kasus kematian juga mengalami penurunan. Dengan adanya PPKM ini untuk kasus kematiannya menjadi 0,6 persen. Jadi untuk secara umum pelaksanaan PPKM di Kota Batu bisa dikatakan berhasil,” tandas Punjul.

Lanjut Punjul, selama melaksanakan operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh petugas gabungan di berbagai tempat di Kota Batu. Mulai dari perkantoran, cafe, Alun-alun Kota Batu, maupun di tempat hiburan malam.

Para petugas di lapangan telah menindak 191 orang dengan memberikan peringatan lisan, 519 teguran lisan, dan 25 denda administrasi. Selain itu juga terdapat 129 pelanggaran penerapan protokol kesehata (prokes) terutama untuk para PKL.

Petugas Menindak 212 Pelanggaran

“Selain itu, petugas juga menindak 212 pelanggaran prokes yang dilakukan oleh individu. Serta 369 pelanggaran jam malam. Yang didominasi oleh cafe dan pedagang PKL,” ungkapnya.

Dari toral pelanggaran itu, diperoleh rata-rata jumlah pelanggaran per harinya mencapai 35 pelanggar. Yang didominasi oleh pelanggaran jam malam. Berdasarkan pengamatannya, meski telah melakukan PPKM, namun jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih banyak.

Hal itu ditengarai, karena mayarakat masih banyak yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam menerapkan 3M.

Sementara itu, untuk PPKM jilid dua ini, akan ada 16 kabupaten/kota di Jawa Timur yang harus mengikuti PPKM. Untuk perpanjangan PPKM jilid II di Kota Batu, telah dituangkan melalui SE Wali Kota Batu nomor 440/160/422.031/2021. Payung hukum itu mengatur tentang perpanjangan PPKM untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Batu.

Punjul berpendalat, berdasarkan hasil evaluasi PPKM jilid l, mayarakat masih menyepelekan penerapan PPKM. Tak ada toleransi bagi mereka yang melenggar ketentuan PPKM jilid II.

“Sudah jelas, tidak akan ada sanksi peringatan lagi. Namun akan langsung dilakukan penutupan di hari itu juga selama 14 hari,” pungkasnya.(wok/aka)