Joki Prakerja Tulungagung, Bagi Hasil Hingga Bayar Depan

  • Whatsapp
pra kerja
Screen shoot program prakerja di Tulungagung
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Joki program prakerja terus beroperasi di Tulungagung. Para joki ini rela memberikan bantuan dengan imbalan bagi hasil hingga peserta program pra kerja membayar di depan.

Minimnya informasi pemerintah soal program prakerja ditambah tingginya minat masyarakat Tulungagung mengikuti program, mendorong munculnya beberapa pihak memberikan bantuan. Mereka memberikan bantuan untuk menyelesaikan pelatihan hingga memperoleh sertifikat tanda lulus.

Baca Juga

Tingginya minat masyarakat ini dipicu juga dengan adanya insentif dari pemerintah bagi peserta program prakerja yang memyelesaikan pelatihan. Setelah lulus, masyarakat mendapatkan sertifikat kelulusan.

Bunga (bukan nama sebenarnya), salah satu joki prakerja yang berhasil dihubungi Nusadaily.com mengakui, dia merupakan peserta program prakerja gelombang pertama. Dia sudah menyelesaikan pelatihan hingga mendapatkan sertifikat.

“Saya ikut gelombang pertama kemarin mas. Jadi sudah tahu bagaimana kondisinya dan akhirnya banyak dimitai tolong sama teman,” ujarnya.

BACA JUGA: Gawat, Muncul Joki Program Prakerja di Tulungagung

Karena sudah menyelesaikan program prakerja gelombang pertama itulah, Bunga dimintai bantuan teman-temannya yang kesulitan menyelesaikan program. “Niatnya membantu teman yang gaptek itu mas. Mereka mau ikut prakerja tapi gaptek akhirnya minta bantuan, ya sudah saya bantu,” terangnya.

Dia mulai menerima permintaan membantu peserta program prakerja sejak pembukaan gelombang keempat. Bantuan terus berlanjut hingga gelombang ke sembilan.

Bunga menyebut, untuk menggunakan jasanya, peserta diminta membayar uang sebesar Rp 100 ribu. Uang itu untuk biaya membeli pulsa yang digunakan selama proses pelatihan. “Untuk ganti beli pulsa mas, Rp 100 ribu itu, itu dibayar di depan ya. Jadi bukan pas pencairan insentif,” ungkapnya.

Jumlah orang yang menggunakan jasanya terbilang cukup banyak. Pada gelombang sembilan terdapat 10 orang. Gelombang ke-10 yang akan dibuka ini sudah ada 10 orang mengantre mendapatkan jasanya.

Bunga mengaku tidak pernah memasarkan jasanya melalui media sosial atau media lain. Dia hanya berniat membatu peserta program prakerja, bukan semata mata untuk ekonomi.

“Gelombang Sembilan ada 10 orang. Gelombang 10 nanti ada 10 orang yang sudah antre mau dibantu,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu penyedia jasa joki program prakerja yang memasarkan jasanya melalui media sosial, Mawar (bukan nama sebenarnya) mengaku hanya bisa membantu peserta program prekerja yang sudah masuk di dalam salah satu gelombang. “Baru bisa kalau sudah masuk ke dalam gelombang saja, kalau belum masuk ya saya juga tidak bisa,” ucapnya.

Berbeda dengan Bunga, dirinya meminta kepada kliennya untuk membayar jasa sebesar 15 persen dari insentif. Itu diterimanya jika lolos dan bisa mendapatkan sertifikat.

Dengan model seperti itu tak jarang dirinya malah ditipu orang yang telah dibantunya. Sebab setelah peserta yang dibantunya berhasil 15 persen yang dijanjikan tidak diterima.

“Ditipu malah pernah. Tapi gimana lagi ya sudah tidak apa-apa. Niatnya awal juga cuma mau bantu teman,” akunya.

Sama seperti Bunga, dirinya hanya berniat untuk membantu teman-teman yang terdampak covid-19 namun memiliki keterbatasan dalam hal teknologi. ” Saya tujuan utamanya untuk membantu saja, membantu teman yang gaptek,” pungkasnya (fim/wan).

Post Terkait

banner 468x60