Jemaat Natal Dibatasi hingga 25 Persen

  • Whatsapp
Jemaat melakukan pembersihan di altar Gereja Gembala Baik Kota Batu menjelang Hari Raya Natal 25 Desember besok.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Peribadatan Natal tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari Raya Natal yang berada dalam masa pandemi Covid-19 membuat jemaat peribadatan Natal dikurangi hingga 25 persen. Hal itu yang akan diterapkan Gereja Gembala Baik pada Natal tahun ini. Pola ini diterapkan sejak dibuka pada bulan Juli.

Baca Juga

Berkaitan dengan persiapan natal tahun ini, Romo Bernard Teguh Gusdarmanto mengatakan, protokol kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Ini karena, natal merupakan salah satu momen besar selain paskah.

Dalam situasi normal, para jemaat bisa mencapai 2000 orang lebih. Namun untuk natal kali ini, jumlahnya dibatasi malsimal 500 orang jamaah saja.

“Artinya hanya 25 persen saja dari jumlah biasanya. Hal itu juga berlaku pada ibadah di hari Minggu,” jelasnya.

Rata Rata 500 Orang Saja

Jadi, lanjut dia, mulai malam natal dan pada tanggal 25 Desember nanti, yang mengadakan dua kali peribadatan. Rata-rata hanya diambil 500 orang saja per ibadah. Hal itu, sesuai dengan anjuran pemerintah dan Satgas Covid-19. Bertujuan agar penyebaran Covid-19 segera mereda.

Terlebih Kota Batu masih belum berada di zona hijau. Saat ini Kota Batu masih berada di zona oranye. Sehingga pihaknya memperingatkan jemaatnya untuk tetap waspada setiap saat. Selain itu pihaknya juga mengimbau kepada jemaatnya untuk tak mengikuti peribadatan selama kondisi tubuhnya tak fit.

“Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari umat demi kepentingan masyarakat,” tutur dia.

Sementara itu untuk kegiatan ibadah di Gereja Gembala Baik, sudah dibuka lagi sejak bulan Juli lalu setelah tutup karena pandemi. Ini setelah mendapatkan izin dan rekomendasi dari Pemkot Batu dan Satgas Covid-19. Untuk menyelenggarakan ibadah di dalam gereja. Dengan jumlah umat yang dibatasi.

“Mulai dari jarak dan jumlahnya. Biasanya di setiap gereja Kota Batu bisa menampung 500-600 orang. Namun saat ini, disituasi seperti ini hanya bisa menampung jamaah sebanyak 150 orang saja,” ungkapnya.

Diungkapkan dia, gereja ini biasanya mengadakan ibadah sebanyak 3 kali seminggu. Yakni setiap hari Sabtu sore pukul 17.00, dan Minggu pukul 06.00 dan 08.00.(wok/aka)