Jelang Lebaran, Emak-emak di Banyuwangi Cetak Uang Palsu Puluhan Juta Rupiah

  • Whatsapp
Seorang ibu rumah tangga berinisial MW (51) diamankan beserta barang bukti berupa puluhan juta uang palsu berbagai pecahan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Jelang Hari Raya Idul Fitri, aparat kepolisian berhasil mengungkap produksi dan peredaran uang palsu di Banyuwangi. Dalam kasus ini seorang ibu rumah tangga berinisial MW (51) diamankan beserta barang bukti berupa puluhan juta uang palsu berbagai pecahan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang menjadi korban peredaran uang palsu pecahan 100 ribu.

“Dari laporan tersebut, dilakukan penyelidikan hingga akhirnya kita berhasil menangkap tersangka MW, warga Desa Blambangan Kecamatan Muncar. Tersangka tercatat sebagai residivis kasus yang sama pada tahun 2010,” kata Kapolresta saat pers rilis, Kamis 6 Mei 2021.

BACA JUGA: Polresta Malang Kota Kunjungi Kantor NusaDaily.com, Sosialisasikan Aplikasi Dumas Presisi

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang palsu berbagai pecahan senilai 40.060.000 serta alat dan kertas yang digunakan untuk mencetak upal.

“Upal ini terdiri dari pecahan 20 ribu sebanyak 20 lembar, 55 lembar upal pecahan 50 ribu, dan 279 lembar upal pecahan 100 ribu. Selain itu, kita juga amankan 23 lembar uang asli pecahan 100 ribu, 4 lembar uang asli pecahan 50 ribu, dan 1 lembar uang asli pecahan 20 ribu,” sebut Arman.

Uang palsu yang dicetak tersangka ternyata tidak sepenuhnya palsu. Sebab, bahan baku yang digunakan juga berasal dari uang asli. “Jadi bahan baku yang digunakan tersangka ini juga dari uang asli. Dengan teknik tertentu, tersangka bisa memisahkan bagian depan dan belakang uang asli,” kata Arman.

Setelah bagian depan dan belakang uang asli dipisahkan, tersangka kemudian mencetak bagian depan dan belakang uang palsu dengan Scan Printer. Uang palsu tersebut kemudian ditempelkan pada bagian depan dan belakang uang asli yang sudah dipisahkan.

“Jadi bagian belakang uang asli ditempel bagian depan uang palsu. Sebaliknya bagian depan uang asli ditempel bagian belakang uang palsu. Jadi dari 100 ribu uang asli, tersangka bisa memproduksi 200 ribu uang palsu,” ungkap Arman.

Menurut perwira menengah Polri ini, tersangka diduga telah mengedarkan uang-uang tersebut bukan hanya di Banyuwangi saja. Namun, hingga sampai diluar provinsi.”Kami terus kembangakan. Untuk sementara, uang asing kita kembangkan, serta kita kembangkan nilai nominalnya,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terjerat pasal 36 ayat (2) JO pasal 26 ayat (2) UU RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang. “Ancaman hukumannya 10 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak 10 miliar rupiah,” tutup Kapolresta Banyuwangi. (ozi/kal)