Jelang Akhir Tahun, 4 Unsur Pimpinan DPRD Magetan Dapat Kado Mobil Pajero Sport

  • Whatsapp
banner 468x60

MAGETAN – Jelang akhir tahun sebanyak empat unsur pimpinan DPRD Magetan mendapat kado spesial yaitu mobil operasional baru jenis Pajero Sport. Mereka yang mendapat kado mobil seharga setengah miliar lebih ini adalah Sujatno Ketua DPRD, Pangayoman Wakil ketua 1 Suratman wakil ketua 2 dan Nurwakid wakil ketua 3.

Baca Juga

Dikatakan Sunarti Kepala Bagian umum Sekertariatan DPRD setempat kepada nusadaily.com Selasa 24/11/2020. Bahwa pengadaan mobil baru untuk para wakil ketua ini untuk menunjang kerja para pimpinan. Karena mobil operasional yang lama sudah lima tahun lebih, tidak layak dan tercatat sering mogok dan pembiayaan perwatanya mahal.

“Pengadaan mobil ini untuk menunjang kerja unsur ketua, yang lama susah lima tahun lebih. Sudah tidak layak dan sering mogok. Selain itu perawatannya menjadi mahal,”  ucapnya.

Untuk ketua spesifikasi yang didapat memang beda dari tiga unsur wakil ketua mendapat kendaraan Mitsubisi Pajero Sport type Dakar 4×4 warna putih, harganya Rp 671 juta.

Sedang untuk tiga wakil mendapat operasional Pajero ultimate warna hitam, seharga Rp 539 juta rupiah. Total harga keempat mobil tersebut adalah Rp 2.288 miliar. Yang diambil dari PAPBD tahun 2020.

Ketua DPRD Sebut Amanah Undang-Undang

“Ketua Pajero Sport 4×4 type Dakar warna putih, dengan harga Rp 671 juta sedang tiga Pajero Ultimate warna hitam untuk tiga unsur wakil pimpinan Rp 539 juta, beda type dengan ketua,”  terangnya.

Sementara itu Sujatno Ketua DPRD Magetan dikonfirmasi terpisah soal 4 mobil baru yang diadakan untuk penunjang kinerjanya tersebut mengaku itu memang amanah peraturan pemerintah. Bahwa ketua dan wakil ketua mendapat tujangan kendaraan oprasional, selain gaji dan tempat tinggal.

“Susuai dengan PP nomor 18 tahun 2017, bahwa pimpinan dewan dan unsur wakil pimpinan mendapat tujangan kendaraan operasional selain tempat tinggal,” ucap Sujatno.

Sebenarnya ini sudah terlambat, pihaknya mengaku selama menjabat setahun memakai mobil lama warisan unsur ketua sebelumnya. Dan saat ini kondisinya kurang layak, usianya suda lima tahun.

“Sebenarnya kami tidak meminta untuk kendaraan operasional baru. Meski kondisi mobil lama kurang bagus, sering mogok saat digunakan untuk luar kota,” jelasnya.

Ketau berdalih, mobil yang lama saat dipakai sering mogok akibat kondisinya sudah udzur. Justru ini membutuhkan biaya perawatan menjadi boros anggaran, dan mengangu kinerja pimpinan.

“Pengadaan empat buah mobil tersebut intinya sudah sesuai dengan amanah undang undang. Untuk menunjang kinerja pimpinan,” pungkasnya. (nto/aka).

Post Terkait

banner 468x60