Jam Bersejarah Bundaran Alun-Alun Ponorogo Dibiarkan Mati

  • Whatsapp
jam bersejarah ponorogo mati
Jam bersejarah Ponorogo di bundaran Alun-Alun dibiarkan mati, ini pantauan nusadaily.com Senin (22/6/2020). Foto: Yanto/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Jam bersejarah di bundaran Alun-Alun Ponorogo Jawa Timur dibiarkan mati. Jam itu berada di bundaran traffic light selatan Alun-Alun Ponorogo. Dahulu sempat menjadi ikon kebanggaan Lota Reog Ponorogo. Saat ini kondisinya memprihatinkan, rusak dan mati.

Matinya penunjuk waktu, pada bundaran alun-alun ini sebelumnya sampaikan oleh pengguna jalan kepada nusadaily.com. Bahwa jam yang menghadap selatan sejak lama hanya menunjukan pukul 7.50 WIB.

"
"

Baca Juga

"
"

“Padahal ini sudah jam 12 siang,” terang Mujoko warga Slahung yang sering lewat bundaran setiap hari.

Ini sangat disayangkan, jam bersejarah Ponorogo tersebut mati, seharusnya segera diperbaiki. Selain untuk mempercantik kota, juga sebagai penunjuk waktu, pada saat tidak bisa melihat di ponsel.

“Masak memperbaiki jam saja lama sekali, padahal itu kan menurut saya pekerjaan ringan,” gerutunya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Siti, pengguna jalan dari arah utara bundaran traffic light. Matinya jam sisi utara sebaiknya segera diperbaiki.

“Sekarang ini pukul 13.00 WIB, tapi jarum jam di bundaran itu menunjukkan pukul setengah empat,” terangnya.

Warga berharap, agar instansi terkait segera memperbaiki jam dinding itu. Apalagi, jam bersejarah tersebut memiliki story tersendiri. Utamanya ketika dahulu orang belum banyak memiliki penunjuk waktu. Selain itu lokasinya juga berada di tengah Kota Ponorogo.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Sapto Djatmiko saat dikonfirmasi, nusadaily.com Senin (22/06/2020) memberi penjelasan. Jam dinding yang berada bundaran di selatan alun-alun memang kondisinya rusak dimakan usia. Beberapa kali diganti batere tetap saja sehari mati.

“Memang perlu diperbaiki dan ganti pada mesinnya. Sejauh ini masih belum ada anggaran untuk perbaikan. Karena hampir semua anggaran untuk penanganan COVID-19. Namun kita akan upayakan segera ada perbaikan kalo tidak dapat dari APBD ya dari CSR nantinya.” pungkasnya.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60