Jaga Koleksi, Museum Musik Indonesia Digitalisasi Majalah Aktuil

  • Whatsapp
Digitalisasi koleksi Museum Musik Indonesia. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kemajuan teknologi digital saat ini sudah tak bisa dipungkiri. Banyak sektor yang bertransformasi dari bentuk konvensional menjadi digital. Seperti yang dilakukan oleh Museum Musik Indonesia (MMI) yang akan melakukan digitalisasi musik aktuil.

Proses digitalisasi tersebut dilakukan MMI setelah mendapatkan bantuan dari Unesco senilai 3.500 USD atau setara Rp 51 juta. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan koleksi budaya dari kerusakan.

Baca Juga

“Bagi kami, tujuan digitalisasi koleksi untuk pengamanan koleksi. Karena koleksi majalah lama mudah robek kotor, belum lagi kalau terjadi bencana akan mudah hilang. Kalau didigitalisasi akan tersimpan,” terang Ketua MMI, Hengki Herwanto.

Hengky menjelaskan, digitalisasi juga bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses koleksi yang dimiliki oleh MMI.

“Untuk digitalisasi majalah aktuil misalnya, masyarakat bisa memanfaatkan untuk penelitian, meracang bagaimana tren musik ke depan, membuat tulisan biografi seseorang dan yang lainnya,” jelas dia.

Saat ini, progress digitalisasi majalah Aktuil sudah dilakukan hingga 40 persen dan ditargetkan akan selesai pada akhir November 2020 mendatang.

Hengky menjelaskan, proses digitalisasi majalah yang diterbitkan pada tahun 1957-1978 itu dilakukan scan setiap halaman menjadi bentuk file.

“Jumlahnya ada 200 eksemplar. Setelah proses digitalisasi selesai, file akan kita tampilkan di website MMI, sehingga masyarakat bisa mengakses,” papar dia.

Lanjut Hengky, selain proses digitalisasi majalah Aktuil, MMI juga berupaya melakukan hal serupa pada koleksi piringan hitam, CD, hingga kaset. Total ada 35 ribu koleksi yang tersimpan di museum tersebut.

“Namun proses digitalisasi koleksi ini masih sekitar 10-20 persen dan masih belum terstruktur. Ke depan kami upayakan digitalisasi koleksi yang lain ini,” tandas dia.

Untuk diketahui, dalam mendapatkan bantuan dari Unesco, MMI sebelumnya mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Dari total 30 organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya, ada delapan organisasi dari enam negara yang terpilih. MMI menjadi perwakilan dari Indonesia.

“Unesco memiliki komite Asia Pasific yang bergerak di bidang kebudayan, beruntung MMiI terpilih menjadi organisasi yang mendapatkan hibah ini,” tandas dia.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60