Investasi Modal ke Pihak Ketiga, Piutang Macet PT BWR Rp 3,4 M

  • Whatsapp
Bengkel Motor KWB di Jalan Kartini, Kota Batu. Salah satu unit bisnis yang dijalankan PT BWR.
Bengkel Motor KWB di Jalan Kartini, Kota Batu. Salah satu unit bisnis yang dijalankan PT BWR.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– PT Batu Wisata Resource (BWR) selaku perusahaan milik daerah mendapat penyertaan modal senilai Rp 7 miliar. Dana itu dikucurkan secara bertahap pada 2016 dan 2017 lalu dimana Bagyo Prasasti Prasetyo masih menjabat sebagai direktur. Dari modal tersebut ada piutang macet pihak ketiga sekitar Rp 3,4 Miliar.

Masa jabatan Bagyo sebagai Direktur PT BWR secara resmi berakhir pada 18 Januari lalu. Diakhir jabatannya masih ada tugas yang harus diselesaikan yakni berkaitan dengan piutang macet PT BWR yang menyangkut di sejumlah rekanan. 

Baca Juga

Bagyo menuturkan, dari penyertaan modal itu diinvestasikan kepada sejumlah rekanan yang bermitra dengan PT BWR guna meningkatkan laba usaha. Investasi modal yang diberikan pihak ketiga diperbolehkan secara regulasi sebagaimana diatur dalam Perda Kota Batu nomor 6/2016 tentang PT BWR. Kerjasama sama ini dilakukan atas azas saling menguntungkan untuk pengembangan dan peningkatan mutu usaha.

Meski begitu, ia mengungkapkan ada lima mitra yang belum mampu menyelesaikan kewajibannya membayar utang ke PT BWR. Total nilai utang macet dari kelima rekanan itu berjumlah Rp 3,4 miliar. Nilai Rp 3,4 miliar itu termasuk kewajiban bagi hasil dan keuntungan. Itu bukan nilai yang diinvestasikan namun sudah berupa perhitungan akhir. 

Para pihak ketiga itu usahanya ada di perdagangan dan pariwisata. Hanya Saja Bagyo tidak mau menyebutkan nama-nama pihak ketiga yang menunggak utang sejak jatuh tempo di awal Januari 2021 ini. 
“Pihak ketiga kami itu banyak, ada sekitar 14. Kemudian yang mengalami kendala itu ada 5. Ada dari Kota Malang, Surabaya dan Batu,” terang Bagyo dilansir Nusadaily.com

Sebelumnya, saat dikonfirmasi Juni 2020 lalu, Bagyo menyebutkan, mitra kerjasama yang dirangkulnya yakni kegiatan usaha yang memiliki keselarasan dengan unit usaha BWR. Diantaranya, UMKM, pariwisata, pertanian, perdagangan serta pendidikan dan pelatihan. 

Lebih lanjut, ia menuturkan, dana investasi itu dikucurkan pada 2018 lalu dengan nilai Rp 200 juta. Menurutnya, investasi itu tercatat sebagai piutang laba. Pada Juni 2020 lalu, Bagyo menyebutkan, nilai investasi yang dikucurkan senilai Rp 1 miliar. 

Sementara itu, kini Pemkot Batu melalui Bagian Ekonomi dan SDA Kota Batu menyelenggarakan seleksi perekrutan calon Direktur PT BWR yang baru. Tahap seleksi telah memasuki uji psikotes yang digelar Rabu (14/4). Ada lima peserta yang mengikuti uji psikotes yang digelar di Balai Kota Among Tani. Para penguji merupakan akademisi dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Batu, Santi Restuningsasi menjelaskan,  psikotes adalah tes tahap pertama setelah sebelumnya lima orang lolos seleksi administrasi. Ada dua tahap tes yang akan diselenggarakan. Setelah psikotes, akan ada tes wawancara dan kompetensi yang akan dilaksanakan Kamis (15/4).

“Tes wawancara dan uji kompetensi akan dilakukan besok oleh tim yang terdiri atas akademisi, birokrasi dan akuntan publik. Psikotes ini tahapan pertama setelah lolos administrasi,” ujar Santi.

Setelah menjalani tes tahap kedua, panitia akan memilih tiga orang yang lolos. Kemdian, para tiga peserta akan menjalani wawancara langsung dengan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko pada 19 hingga 20 April 2021. Setelah itu, hanya ada satu orang terpilih yang menjadi direktur PT BWR.

“Dua yang tersisa diharapkan bisa membantu di pengurusan PT BWR yang akan datang. Dua orang itu akan menduduki jabatas secara formal, posisinya nanti misal seperti menangani keuangan karena selama ini direksi masih single single fighter,” kata Santi.

Akibat banyak tugas yang diemban seorang diri, pengelolaan PT BWR kurang maksimal. Kata Santi, dahulu pernah ada pejabat yang membantu direktur, namun belakang ternyata pejabat tersebut mengundurkan diri. “Apalagi ini perusahaan dengan anggaran dari rakyat, kalau bekerja sendiri kurang maksimal,” lanjut Santi.

Santi optimis rekrutmen akan menemukan sosok yang tepat untuk memimpin PT BWR. Kalaupun memang dari hasil seleksi tidak ada yang memenuhi syarat, Bagian Ekonomi dan SDA Batu akan membicarakannya dengan komisaris dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Lima orang yang lolos seleksi memiliki latar belakang beragam. Yakni ada yang pengusaha, wiraswasta maupun orang yang memiliki pengalaman manajemen perhotelan.

“Mulai efektif bekerja setelah ada RUPS Luar Biasa, yaitu pergantian pimpinan PT BWR, dari yang lama kepada yang baru pada 18 Mei 2021. Harapan kami, PT BWR harus ada di pemerintahan kota untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Dengan dijaringnya seleksi pimpinan ini, kami berharap orang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik karena uang yang dipakai adalah uang rakyat,” tegas Santi. (wok/wan)