Intensitas Hujan Tinggi, Potensi Bencana Masih Mengancam

  • Whatsapp
Curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu kemarin (17/1), mengakibatkan tebing longsor. Peristiwa ini terjadi di Dusun Gangsiran Puthuk, Tlekung, Junrejo, Kota Batu
Curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu kemarin (17/1), mengakibatkan tebing longsor. Peristiwa ini terjadi di Dusun Gangsiran Puthuk, Tlekung, Junrejo, Kota Batu
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Curah hujan tinggi akhir-akhir ini membawa dampak terhadap timbulnya bencana. Bencana tanah longsor masih dominan di Kota Batu. Disusul kemudian peristiwa banjir yang disebabkan meluapnya air di saluran drainase.

Intensitas hujan yang tinggi juga membawa dampak buruk terhadap beberapa tanaman pertanian.

Baca Juga

BMKG Stasiun Klimatologi Malang memprediksi curah hujan yang tinggi akan berlangsung hingga akhir Februari ataupun awal Maret. Tingginya curah hujan diperparah dengan fenomena la nina.

“Memang puncak musim hujan pada bulan-bulan ini. Ditambah lagi la nina. Apalagi di wilayah dengan topografi tinggi,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Retno Wulandari dilansir Nusadaily.com.

Dengan curah hujan tinggi potensi bencana yang ada pun juga turut mengancam. Hujan lebat disertai petir, banjir dan tanah longsor contohnya. 

“Kami imbau masyarakat selalu siap siaga. Tetap memantau update terbaru dari BMKG agar mengetahui situasi yang sedang terjadi juga jalan keluar,” ucapnya. 

Adanya awan musim hujan yang menghalangi radiasi dari luar angkasa ke bumi juga menyebabkan udara dingin terjadi belakangan ini. Rata-rata suhu yang ada di Malang raya beberapa hari kebelakang berkisar dari 20 sampai 21 derajat celcius. 

Ia menyebutkan, meski begitu udara dingin pada malam hari akan terjadi pada musim kemarau. Karena tidak adanya awan yang menutupi bumi menyebabkan radiasi terjadi dengan maksimal.

“Normalnya terjadi pada Juli dan Agustus. Bulan depan akan menggelar rapat untuk  mengetahui kapan beralihnya musim hujan ke kemarau. Rilis hasil segera dipublikasikan akhir Februari atau awal Maret,” papar dia.

Masa peralihan musim penghujan ke kemarau ini juga untuk mengantisipasi dini terjadinya kekeringan. Situasi semacam ini akan menyulitkan petani untuk merawat tanamannya.

“Untuk para petani yang kesusahan karena hujan mengganggu pertanian, bisa terus memantau update dari kami. Karena di sana ada perkiraan jam turun hujan berbasis per-kecamatan seluruh Malang Raya,” pungkasnya. (wok/wan)