Inovasi Kependudukan Banyuwangi, Dokumen-Dokumen Ini Bisa Dicetak Sendiri

  • Whatsapp
inovasi kependudukan banyuwangi
Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Juang Pribadi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BANYUWANGI- Pemkab Banyuwangi meluncurkan inovasi kependudukan dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Salah satunya adalah masyarakat dapat mencetak sendiri dokumen administrasi kependudukan (adminduk).

Dokumen tersebut dapat dicetak menggunakan kertas HVS A4 dengan ketebalan 80 gram. Adapun dokumen adminduk yang dapat dicetak sendiri berupa Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian dan akta perkawinan khusus non muslim. Ketentuan ini tidak berlaku untuk pembuatan E-KTP dan KIA.

Baca Juga

Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Juang Pribadi mengatakan inovasi kependudukan ini merupakan bagian dari program Dispendukcapil Banyuwangi Go Online. Selain untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dokumen adminduk, uga sebagai langkah tegas untuk memangkas birokrasi dengan memaksimalkan pelayanan online.

“Kebijakan ini berlaku mulai 1 Juli 2020 besok. Kita berlakukan pencetakan dokumen adminduk dari rumah. Sesuai Permendagri Nomor 109 tahun 2019. Tidak berlaku untuk pencetakan E-KTP dan KIA,” papar Juang, Selasa 30 Juni 2020 kepada nusadaily.com.

Dengan adanya program ini, kata Juang, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Dispendukcapil atau Mal Pelayanan Publik untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan. Dengan syarat harus memiliki nomor ponsel dan alamat email.

Pemohon Wajib Registrasi Online

Prosedurnya, mula-mula pemohon harus melakukan registrasi secara online. Bagi pemohon yang tidak memiliki nomor ponsel dan alamat email, bisa melalui Kantor Desa. Operator desa akan menyediakan alamat email yang bisa digunakan oleh calon pemohon.

“Bagi yang tidak punya bisa datang ke kantor desa. Entah dibuatkan email sendiri atau menggunakan email tunggal yang sudah disiapkan pihak desa,” tegas Juang kepada induk imperiumdaily.com ini.

Setelah melengkapi persyaratan registrasi, setiap pemohon akan mendapatkan file soft copy yang nantinya bisa dicetak sendiri. Baik dicetak dari mesin yang sudah disiapkan maupun dicetak ditempat percetakan.

“Kalau sudah registrasi, setiap pemohon akan memiliki PIN atau paswordnya sendiri-sendiri,” katanya.

Terkait potensi dokumen dipalsukan, pada dokumen yang akan diterbitkan nanti sudah dilengkapi dengan barcode dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Apabila sewaktu-waktu dokumen yang telah dicetak rusak,masih bisa dicetak kembali dengan file yang sudah dimiliki.

Pencetakan ulang ini bisa dilakukan dengan syarat tidak ada perubahan elemen data kependudukan. Bagi masyarakat yang mengalami perubahan elemen data, bisa melakukan pelaporan kembali ke Dispendukcapil Banyuwangi.

“Tentu untuk dilakukan perbaruan,” tutup Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Juang Pribadi.(ozi/cak)

Post Terkait

banner 468x60